Imam Besar Masjid New York Ungkap Skenario Kotor Jozpeh Paul Zhang

Imam Besar Masjid New York, Muhammad Syamsi Ali

POJOKSATU.id, JAKARTA – Imam Besar Masjid New York, Muhammad Syamsi Ali meminta umat Islam untuk berhati-hati menyikapi penghinaan yang dilakukan oleh Jozeph Paul Zhang kepada Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Direktur Jamaica Muslim Center ini mencurigai adanya motif dan skenario kotor yang dimainkan oleh Jozeph Paul Zhang.

“Saya kira kalau kita melihat secara jeli, boleh jadi semuanya terlibat,” ucap Syamsi Ali dalam video berjudul ‘Ini Skenario Kotor Paul Zhang – IMAM SHAMSI ALI’ yang dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube Ustadz Demokrasi, Minggu (25/4).

Dalam video itu, Syamsi Ali menjawab pertanyaan Direktur Eksekutif Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah yang menanyakan motif Jozeph Paul Zhang melecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW.


BACA: Bukan Deportasi, Bareskrim Upayakan Ekstradisi Jozeph Paul Zhang dari Eropa

Menurut Syamsi Ali, bisa saja Jozeph Paul Zhang sengaja memancing kemarahan umat Islam.

“Boleh jadi ada settingan juga bahwa hal ini terjadi untuk memancing komunitas muslim, orang Islam untuk bertindak, untuk bereaksi,” ucapnya.

Karena menurut Syamsi, orang Islam dalam situasi tertentu, saat emosinya lagi naik, kemudian dipancing, maka akan melakukan tindakan yang merusak.

Ketika terjadi pancingan itu, terkadang orang Islam tidak bisa mengontrol diri, maka mereka melakukan hal-hal yang sifatnya destruktif atau merusak.

“Ini yang kemudian dijadikan sebagai bukti bahwa Islam itu ternyata agama yang merusak. Kami selalu merakan itu di Amerika dan dunia barat,” sambungnya.

Ia mencontohkan ketika Nabi Muhammad digambar, dilukis dalam bentuk kartun dan bawa ada bom.

Kartun itu memicu reaksi keras umat Islam di seluruh dunia dan menyebabkan pembunuhan.

“Ini kan memancing sebenarnya, maka ada 7 pegawai PBB di Afganistan meninggal, ada dua gedung PBB di Lebanon dibakar, ada biarawati Katolik di Nigeria dibunuh,” bebernya.

“Ini kan pancingan agar orang Islam menampakkan perilaku yang terkadang tidak bisa terkontrol,” tambahnya.