Warga Papua Marah, Sebut TPNPB Dan OPM Teroris, Bukan Pejuang

Ali Mom, siswa SMA yang ditembak TPNPB dievakuasi. Foto Cepos
Ali Mom, siswa SMA yang ditembak TPNPB dievakuasi. Foto Cepos

POJOKSATU.id, PAPUA – Warga Papua marah kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat  (TPNPB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) karena sering menembak warga sipil.

Terbaru, TPNPB menembak mati siswa SMA Negeri 1 Ilaga, Ali Mom (16) di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Ali Mom ditembak mati TPNPB pimpinan Lekagak Talenggen karena menanggap pelajar 16 tahun itu merupakan mata-mata TNI-Polri.

Tuduhan itu dibantah keras oleh keluarga Ali Mom dan membuat warga Papua marah.


Keluarga korban meminta TPNPB-OPM menunjukkan bukti Ali Mom sebagai mata-mata.

Alminus D Mom, keluarga korban Ali Mom yang juga anggota DPRD Timika menegaskan, dirinya sudah melakukan konsolidasi dengan keluarga.

Dari hasil rapat dengan keluarga, mereka sepakat meminta kepada TPNPB-OPM segera menyerahkan bukti keterlibatan Ali Mom sebagai mata-mata.

“Ali Mom merupakan anak sekolah yang masih muda dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan mata-mata,” tegas Alminum D Mom.

Pihak keluarga menyesalkan anak mereka jadi korban tanpa alasan.

Untuk itu, keluarga meminta ke TPNPB dan OPM segera menyerahkan bukti kegiatan-kegiatan atau dimana korban jalan dengan aparat keamanan dari TNI-Polri.

“Bukti foto dan tertulis. Saya minta segera serahkan kepada keluarga korban. Sampai saat ini belum ada informasi terkait ketelibatan Ali Mom sebagai mata-mata,” tuturnya.

Alminum menegaskan, pihaknya akan menunggu jawaban dan bukti-bukti dari TPNPB-OPM sampai minggu.

Jika tak ada bukti, kata dia, para pelaku pembunuhan bisa dibilang teroris, bukan pejuang Papua merdeka.

Hal itu diperkuat dengan aksi-aksi TPNPB dan OPM yang menyerang fasilitas umum dan membunuh siswa dan guru.

“Mulai dari peristiwa di Distrik Beoga, dimana KSB bunuh guru dan bakar gedung sekolah sampai datang ke Ilaga dan membunuh anak sekolah lagi,” ucapnya.

“Ini bukan perjuangan murni, tapi mereka teroris punya kerja yang begini, bunuh sembarang-sembarang yang melanggar HAM. Saya akan sampaikan ke dunia,” tegasnya.

Menurutnya, jika benar-benar mereka adalah pejuang Papua merdeka, para pelaku pembunuhan dalam hal ini TPNPB-OPM harus berjuang sesuai segan aturan yang berlaku.

Ia mengingatkan TPNPB jangan asal bunuh warga Papua, karena membunuh masyarakat sipil merupakan kerja-kerja teroris.

“Mereka berjuang untuk Papua tapi mengapa bunuh orang Papua? Harusnya mereka melindungi masyarakat Papua. Ini perjuangan tidak benar dan ilegal,” bebernya.

Jika sampai belum ada bukti-bukti keterlibatan Ali Mom sebagai mata mata, pihaknya akan menempuh jalur adat maupun jalur lain untuk menuntut pelaku pembunuhan.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Asik menyampaikan, sesuai amanah keluarga Ali Mom, Satgas Nemangkawi akan memaksimalkan pengejaran terhadap KKB pelaku pembunuhan Ali Mom.

“Cepat atau lambat pasti akan kami tangkap KKB,” tegas M Iqbal Asik.