Pemerintah Larang Takbir Keliling, Polisi Siapkan Sanksi Tegas Bagi Warga yang Bandel

Sambodo Purnomo Yogo
Sambodo Purnomo Yogo

POJOKSATU.id, JAKARTA- Selain melarang mudik, pemerintah juga melarang warga agar tak menggelar takbir keliling yang dinilai bisa menyebabkan terjadinya kerumunan di tengah pendemi Covil-19.

Menindaklanjuti larangan pemerintah tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mulai menyiapkan sejumlah aturan untuk mencegah warga Jakarta menggelar takbir keliling tersebut.

“Kita lihat situasinya di lapangan, tapi kita himbau warga takbiran di mesjid dan di rumah masing-masing,” kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Rabu (21/4/2021).

Sambodo menuturkan, pihaknya juga tengah menyiapkan sanksi berupa undang-undang lalu lintas bagi warga yang ngotot menggelar takbiran keliling tersebut.


Namun, penerapan sanksi undang-undang Lalin itu masih masih dibahas perihal penerapannya.

“(Nanti) ada sanksi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (masih dibahas ya),” ujarnya.

Sebelumnya, lewat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pemerintah melarang kegiatan takbiran keliling jelang Hari Raya Idulfitri. Pelarangan dilakukan berkenaan dengan pandemi virus corona (Covid-19) di tanah air yang belum usai.

Yaqut menilai tradisi takbiran biasanya mengundang kerumunan orang. Pemerintah khawatir kegiatan ini justru akan menjadi tempat penyebaran Covid-19.

“Kami juga memberikan pembatasan terhadap kegiatan takbir ini, takbir keliling tidak kita perkenankan,” kata Yaqut usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (19/4/2021).

(fir/pojoksatu)