MPR Minta Menkumham Bertindak Tegas, Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang

Jozeph Paul Zhang

POJOKSATU.id, JAKARTA— MPR RI meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia(Menkumham) Yasonna Laoly bertindak tegas mencabut paspor Jozeph Paul Zhang.

Pencabutan paspor itu dinilai penting untuk dilakukan karena Jozeph Paul Zhang berada di luar Indonesia saat ini.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI, sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/4/2021).

“Polri segera melakukan langkah koordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham mencabut paspor Jozeph karena berada di luar negeri sejak 2018,” ujarnya.


Baca Juga :

Kapolres Salatiga Ungkap Jozeph Paul Zhang Kuliah Jurusan Pertanian Tahun 1997 Lalu

Arsul menyebutkan, pencabutan paspor Jozeph Paul Zhang bisa dilakukan karena sudah diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 8 Tahun 2014.

Itu tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor.

Ia menjelaskan, Pasal 25 Permenkumham Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor menyatakan bahwa paspor seseorang dapat ditarik oleh pejabat imigrasi yang berwenang.

Jika pemegang paspor tersebut telah dinyatakan sebagai tersangka atas perbuatan pidana yang diancam dengan hukuman minimal lima tahun atau statusnya dalam red notice Interpol.

Jozeph dalam kasus dugaan tindak pidana penistaan agama yang dilakukan bisa dijerat sebagai tersangka dengan Pasal 28 Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 156A KUHP.

“Ancaman pidananya lebih dari lima tahun,” jelas Arsul.

“Terhadap dia juga dapat diproses red notice ke Interpol jika tidak memenuhi panggilan Polri,” ujar Politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Oleh karenanya, anak buah Suharso Monoarfa itu menekankan lagi, berdasarkan Pasal 25 tersebut maka dapat dilakukan penarikan paspor.

“Jika ternyata penarikan paspor tidak dapat dilaksanakan karena tidak diketahui keberadaannya,”

“Maka Ditjen Imigrasi bisa menggunakan kewenangan mencabut paspor Jozeph berdasarkan Pasal 35 huruf h yang menetapkan pencabutan paspor dalam hal upaya penarikan tidak bisa dilakukan,” tandas Arsul.

Seperti diketahui, nama Jozeph Paul Zhang mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Pasalnya lewat ia menyebut Allah SWT dikurung di dalam Ka’bah dan mengaku dirinya sebagai nabi ke-26.

Penistaan itu disampaikan Jozeph dalam forum diskusi via zoom dengan tajuk “Puasa Lalim Islam” dan juga ditayangkan di saluran YouTube miliknya. Di blog pribadinya.

Yang bersangkutan juga mengaku sebagai apologet Kristen dan pernah membaptis ratusan muslim.

Diketahui, Apologet atau apologetika berasal dari kata Yunani apologia yang bermakna ‘membela iman’.

Kemudian di diskripsi channel Youtube-nya, Jozeph merupakan pendiri The FIRM Foundation (Indonesia) dan Hagios Apologetic Center (Eropa).

Ia juga membuka kursus Alkitab bersertifikat melalui saluran zoom.

Saat ini, Jozeph dikabarkan berdomisili di Bremen, Jerman. Dikabarkan juga dia meninggalkan Indonesia sejak 11 Januari tahun 2008 menuju Hong Kong.

Dalam video tersebut, yang bersangkutan dengan entengnya menistakan Islam. Bahkan disebutnya “Allah dikurung di Ka’bah”.

“Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep fauzan, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabullah,” ucapnya dalam video itu.

“Kalo anda bisa laporan atas penistaan agama, Gua kasih loh satu laporan Rp1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan,” kata Jozeph Paul Zhang. (muf/pojoksatu)