Jozeph Paul Zhang Ngeyel Bukan WNI, Mabes Polri Kirim Pesan, Silahkan cari Pengacara

Karopenmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Foto Humas Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jozeph Paul Zhang dinilai telah melakukan ujaran kebencian yang disiarkan melalui akun Youtubenya.


Itu sebagaimana dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, pemilik nama asli Shindy Paul Soerjomoelyono itu juga bisa dijerat penistaan agama sebagaimana dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Hal itu diungkap Karo Penmas DivisiHumas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono kepara wartawan, Senin (19/4/2021).


“Pertama ujaran kebencian dalam UU ITE, dan juga penodaan agama yang ada di KUHP, dikenakan Undang-Undang ITE, khususnya pasal 28 Ayat 2, kemudian KUHP tentang penodaan agama itu Pasal 156 huruf a,” ungkap Rusdi.

BACA: Jozeph Paul Zhang Ngaku Bukan WNI, Polri tetap Jalan

Pihaknya juga memastikan akan segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Jozeph.

Dokumen DPO ini nantinya diserahkan dan sekaligus menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan Red Notice..

Langkah ini dilakukan lantaran Jozeph saat ini berada di luar negeri.

BACA: Jozeph Paul Zhang Ngaku Bukan lagi WNI, KBRI di Jerman Garcep

“Daftar pencarian orang ini menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan red notice,” jelas Rusdi.

Rusdi juga mengungkap, Bareskrim juga sudah berkoordinasi dengan Kedubes Indonesia di Jerman.

Nantinya, atase kepolisian di Jerman akan membantu Polri memburu Jozeph.