Anies Bakal Babak Belur Total jika jadi Gubernur DKI Lagi, Hasil Survei Ini Buktinya

Anies Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – PDIP dan PSI menjadi dua parpol yang akan menguasai DKI Jakarta dalam Pileg 2024 mendatang. Itu sebagaimana hasil survei Jakarta Research Center (JRC).


Demikian disampaikan Direktur Komunikasi JRC Alfian P dalam keterangannya, Jumat (16/4/2021).

“PDIP dan PSI diprediksi bakal menguasai DKI Jakarta dalam pemilihan anggota legislatif, diikuti oleh Golkar yang masuk dalam peringkat tiga besar,” ungkap Alfian dikutip dari Antara.

Dalam survei JRC, elektabilitas PDIP mencapai 20,09 persen atau menurun dibanding Piles 2019 dengan 22,6 persen.


Yang cukup mengejutkan adalah lonjakan drastis PSI dari 6,8 persen di Pileg 2019 menjadi 15,4 persen.

Hal itu sekaligus menempatkan posisi PSI berada di urutan kedua, disusul Partai Golkar di posisi ketiga.

“Golkar dari 5,1 persen naik menjadi 8,3 persen, memantapkan diri dalam jajaran tiga besar,” ungkap Alfian.

Padahal, di Pileg 2019 lalu, posisi kedua dan ketiga diduduki Partai Gerindra dan PKS.

Jika sebelumnya PKS memiliki elektabilitas 15,5 persen pada Pileg 2019, malah anjlok menjadi 7,6 persen.

Sedangkan Partai Gerindra dari 15,8 persen, jeblok menjadi hanya 5,6 persen.

Lonjakan signifikan juga dialami Partai Demokrat. Dari 5,2 persen menjadi 7,1 persen.

Pengusung Anies Baswedan Rontok!

Kendati demikian, kata Alfian, keunggulan PDIP itu cenderung stagnan.

Sementara PSI mengalami lonjakan elektabilitas sampai dengan dua kali lipat.

“Jika terus meningkat, maka PSI bisa menyalip dan menjadi parpol terbesar di DKI Jakarta,” ujar Alfian.

Alfian mengungkap, peningkatan elektabilitas PSI ini lantaran selama ini kritis terhadap kebijakan Anies Baswedan.

Di antaranya masalah banjir, rumah DP 0 Persen sampai masalah transparansi anggaran.

Di sisi lain, pemilih Jakarta cenderung rasional dan sangat melek informasi.

Sementara dua parpol utama pengusung Anies, yakni Gerindra dan PKS justru rontok.

“Kinerja Anies yang tidak menunjukkan prestasi signifikan turut memberi disinsentif bagi parpol-parpol pengusungnya,” ujar Alfian.

Sebagai informasi, survei JRC dilakukan pada 1-10 April 2021 dengan wawancara secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 3,4 persen, dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(ant/ruh/pojoksatu)