Bule Jajah Warga Bali, Aniaya Terapis Malah Spa yang Ditutup, Pelaku Bebas Keliaran

Bule aniaya bos spa, Ni Ketut Darmini di Bali

POJOKSATU.id, BALI – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami warga Bali, Ni Ketut Darmini.

Pemilik Spa Coconut di kawasan Jalan Kayu Aya, Seminyak ini merasa dijajah oleh bule.

Darmini sempat dianiaya oleh bule lantaran membela terapis anak buahnya yang menolak diajak berhubungan badan bertiga alias threesome oleh pelaku.

Darmini telah melaporkan kasus penganiayaan itu ke polisi, tapi hingga sekarang belum ada titik terang.

Sebaliknya, Spa Coconut yang milik Darmini justru ditutup paksa oleh pihak Banjar Basangkasa dan Kelurahan Seminyak.

BACA: Inul Kabur Saat Diajak Main Bertiga, Bule Ngamuk Tampar Bos Spa

Padahal, Spa Coconut adalah mata pencaharian Darmini dan beberapa terapis selama 4 tahun terakhir.

Sementara di lain pihak, bule yang memukulnya masih bebas berkeliaran.

Terkait masalah ini, koran Bali Express (jaringan Pojoksatu.id) mencoba untuk meminta keterangan mengenai kejelasan bule yang menjadi pelaku penganiayaan tersebut kepada pihak Polsek Kuta dan Imigrasi.

Imigrasi Bilang Itu Urusan Polisi

Kasi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Putu Suhendra menerangkan, pihaknya belum menerima koordinasi dari Polsek Kuta untuk bersinergi dalam menangani masalah warga asing itu.

“Karena masalahnya penganiayaan kan di ranah hukum, maka polisi dulu yang mengurusi. Setelah dia dipidana atau usai menjalani proses hukum, baru kami yang menangani, tapi memang sejauh ini belum ada koordinasi dari Polsek Kuta,” tandasnya.

Ia menyebutkan pihaknya menghormati tupoksi setiap instansi. Seperti dalam kasus ini yang masuk dalam ranah hukum dan merupakan tanggung jawab polisi.

Pihaknya akan bertindak setelah bule tersebut usai diproses pidana dengan melakukan pencekalan dan deportasi terhadapnya.

Sedangkan pihak Polsek Kuta belum mau membeber soal bule yang menganiaya terapis.

Kapolsek Kuta AKP Agung Ayu Udayani Addi yang coba dihubungi belum memberikan respon.

Demikian juga Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Made Putra Yudistira yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan. (ges/baliexpress)