Beda Sikap dengan Politisi PDIP, Adian Napitupulu Ikut Relawan Vaksin Nusantara, Ini Sebabnya

Adian Napitupulu

POJOKSATU.id, JAKARTA— Anggota Fraksi PDIP Adian Napitupulu jadi relawan uji klinis fase II Vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (14/4). Ini beda dengan politisi PDIP.

Anggota Komisi VI DPR RI yang juga dikenal sebagai aktivis 98 itu datang bersama sejumlah anggota dewan lainnya, termasuk mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Ditanya sejumlah awak media terkait alasanya ikut menjadi salah satu relawan Vaksin Nusantara, Adian Napitupulu menyebut sikapnya berbeda dengan kebanyakan anggota komisi IX dari PDIP yang tidak ikut ke RSPAD hari ini.

Ia menyatakan, dirinya datang atas nama pribadi yang percaya Vaksin Nusantara bisa berkhasiat untuk orang dengan komorbid penyakit jantung seperti dirinya.


“Saya kan bukan atas nama fraksi, bukan atas nama DPR RI. Saya harus mencari obat untuk orang yang punya penyakit jantung seperti saya,” kata Adian.

Menurutnya, vaksin yang ada saat ini seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Johnson and Johnson tidak bisa dipakai untuk orang dengan penyakit jantung.

“Gini lho, ini bukan persoalan DPR, ini bukan persoalan fraksi, ini bkn persoalan BPOM. Ini persoalan saya dengan tubuh saya. Dan saya harus mendapatkan jawabtan terhadap persoalan tubuh saya,” tegasnya.

Adian Napitupulu datang bersama sejumlah anggota DPR yang lain seperti Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, lalu anggota Saleh Daulay dan Melki Leka Lena, hingga Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Charles Honoris menyatakan komisinya tidak pernah menyepakati penyuntikan Vaksin Nusantara secara kolektif.

Menurutnya, penyuntikan Vaksin Nusantara yang diikuti sejumlah pimpinan dan anggota Komisi IX DPR pada hari ini dilakukan secara pribadi dan tidak mewakili Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan.

“Komisi IX DPR tidak pernah menyepakati secara kolektif untuk ikut vaksinasi Vaksin Nusantara. Bahwa ada pimpinan atau anggota Komisi IX DPR yang mengikuti vaksinasi itu dilakukan secara pribadi dan tidak mewakili Komisi IX DPR,” kata Charles dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Ia pun menegaskan bahwa PDIP di Komisi IX DPR secara kolektif, tidak mengikuti penyuntikan Vaksin Nusantara.

Menurutnya, PDIP di Komisi IX DPR mengikuti arahan Presiden Joko Widodo bahwa uji klinis vaksin harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan kaidah-kaidah saintifik.

“Poksi IX PDI Perjuangan DPR RI secara kolektif tidak mengikuti vaksinasi Vaksin Nusantara,” kata Charles.

(ral/int/pojoksatu)