Kasus Covid-19 Melonjak di India, Anak Buah Megawati: Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Kakek 104 tahun di Kota Bogor jalani vaksin Covid 19 (adi1)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan karena melonjaknya kasus Covid-19 di India.

Anak buah Megawati ini mengatakan, beberapa waktu terakhir ini, lonjakan kasus di India meningkat hingga 168 ribu setiap harinya yang terpapar Covid-19, dan kematian mencapai 903.

“Kita Indonesia harus belajar jangan sampai terjadi di Indonesia,” katanya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, meningkatkannya kasus di India itu karena disebabkan masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintahnya.


“Meningkatnya kasus di India karena kerumunan masyarakat tidak menggunakan masker dan tidak adanya jaga jarak,” ujar Rahmad.

“Antara lain dalam kegiatan kegiatan keagamaan dan politik di sana. Harus menjadi pelajaran berharga buat negara lain termasuk kita di Indonesia,” sambungnya.

Politisi PDI-Perjuangan itu mengatakan, pemerintah dalam hal ini sudah menerapkan penanganan Covid-19, yang sudah benar.

“Ini terbukti dengan kebijakan PPKM skala mikro kita telah membawa hasil dengan melandainya kasus positif Corona di sejumlah daerah di Indonesia,” papar Rahmad.

“Tapi pemerintah meskipun kasus sudah mulai melandai, pemerintah tidak boleh kendor dan tetap fokus pada pengendalian Covid-19. Salah satu kebijakan adalah melarang mudik lebaran dan memotong cuti bersama,” sambungnya.

Karena itu, anak buah Megawati Soekarnoputri itu meminta pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan protokol kesehatan yang ketat.

“Berkaca meningkatnya kasus Covid-19 di negara India yg disebabkan oleh kerumunan dan tidak adanya jaga jarak maka kebijakan pemerintah untuk wajib 3M,” ucapnya.

“Dilakukan bersama sama pemerintah pusat, daerah, tokoh/pemuka masyarakat, keagamaan, serta seluruh masyarakat, harus benar-benar gemar menjalankan wajib 5M dan menegakan aturan ini,” kata Rahmad.

(muf/pojoksatu)