BMKG Ungkap Sudah 8 Kali Gempa Susulan Usai Gempa Kuat Magnitudo 6,7 Malang

Lokasi gempa Malang magnitudo 6,7 pada Sabtu siang (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Usai gempa kuat magnitudo 6,7 (belakangan direvisi 6,1) di Malang pada Sabtu siang, sudah terjadi 8 kali gempa susulan hingga Minggu pagi (11/4).


Data ini diungkap oleh Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui akun Twitternya @DaryonoBMKG, Minggu pagi (11/4).

“Wilayah Jawa Timur, sebagian Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali diguncang gempa tektonik,” katanya.

“Gempa yang terjadi merupakan gempa susulan ke-8, terjadi pada Hari Minggu pagi, 11 April 2021 pukul 06.54.58 WIB,” jelasnya.


Baca Juga:

Zona Megathrust Jawa Bergerak Timbulkan Gempa 6,7 Malang, BMKG: Patut Disyukuri Tak Tsunami

Menurutnya, gempa susulan Jawa Timur pagi ini memiliki magnitudo update 5,3 dengan episenter terletak di laut pada jarak 71 km arah selatan Kota Kepanjen, Malang, dengan kedalaman 102 km.

Gempa susulan pagi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya yang relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami, disamping memang hiposenternya yang cukup dalam, yaitu 102 km.

“Karena hiposenternya cukup dalam maka guncangan gempa susulan pagi ini dirasakan dalam wilayah luas seperti di Malang III-IV MMI, Pacitan, Wonogiri, Trenggalek III MMI. Nganjuk, Ponorogo, Blitar merasakan guncangan II-III MMI dan di Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo II MMI,” jelasnya.

Dikatakan Kabid BMKG ini, gempa susulan Jatim pagi ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menunjam ke bawah Pulau Jawa.

“Mekanisme sumber gempa menunjukkan terjadinya pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono.

Gempa Malang magnitudo 6,7 (belakangan diperbaharui 6,1) berada di jalur megathrust Pulau Jawa. BMKG bersyukur gempa bumi kuat ini tak menimbulkan tsunami.

Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Malang akibat adanya deformasi slip lempeng Australia.

Gempa ini ada di zona megathrust atau zona gempa dengan dorongan sesar yang sangat besar.

“Gempa ini merupakan gempa menengah, yaitu adanya sebuah deformasi slip lempeng Australia yang tersubduksi tepat di zona Benioff, yaitu subduksi selatan Jatim yang sudah mulai menukik,” jelas Daryono dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Infobmkg, Sabtu (10/4/2021).

“Jadi ada di zona megathrust ya. Patut disyukuri dengan kedalaman 80 km itu tidak menimbulkan tsunami,” katanya.

(ral/pojoksatu)