Komentari Pengambil Alihan TMII dari Cengkraman Cendana ke Negara, Fadli Zon: Presiden Jokowi, Jangan Jual Taman Mini Untuk Bayar Utang

Fadli Zon

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) resmi berpindah kepada Kementerian Sekretaris Negara.


Hal tersebut termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII.

Menanggapi hal tersebut, politisi Gerindra Fadli Zon meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan sampai TMII dijual untuk bayar utang.


Itu disampaikan Fadli Zon melaui akun Twitter pribadinya @Fadlizon dengan menampilkan sebuah tautan berita melalui.

“Jangan sampai TMII dijual juga untuk bayar utang,” ujar Fadli kutip Pojoksatu.id, Kamis (9/4/2021).

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengumumkan bahwa pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) resmi berpindah kepada Kemensetneg.

“Presiden telah menerbitkan Perpres Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII,” ungkap Pratikno dalam konferensi pers virtual pada Rabu (7/4/2021).

“Di dalam Perpres itu mengatur penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg,” lanjut Pratikno.

Dengan begitu, ungkap Pratikno berakhir pula pengelolaan TMII dari keluarga Cendana yang dikelola melalui Yayasan Harapan Kita.

“Dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan Yayasan Harapan Kita. Kami akan melakukan penataan sebagaimana yang kami lakukan di GBK dan Kemayoran,” jelasnya.

Untuk diketahui, Saat ini Yayasan Harapan Kita sendiri dibina oleh Soehardjo, Bambang Trihatmodjo.

Kemudian, Rusmono, Siti Hardiyanti dan Indra Rukmana sebagai Ketua Umum (Ketum).

Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti Indra Rukmana merupakan putra-putri dari Presiden kedua RI Soeharto.

Yayasan Harapan Kita didirikan oleh istri Presiden kedua RI Soeharto, yaitu Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto, pada 23 Agustus 1968.

(muf/pojoksatu)