Pansus LKPJ Nunukan TA 2020 Monitoring Proyek Pendidikan di Sebatik

Anggota Pansus saat di proyek Rumah Dinas Sebatik Barat, Selasa 6 April 2021 (ist)
Anggota Pansus saat di proyek Rumah Dinas Sebatik Barat, Selasa 6 April 2021 (ist)

POJOKSATU.id, NUNUKAN— Anggota Pansus LKPJ Bupati Nunukan TA 2020 melakukan monitoring dan evaluasi proyek pendidikan berupa bangunan SD, SMP, dan rumah guru di Sebatik.


Ada tiga kelompok anggota pansus yang berada di daerah pemilihan (Dapil).

Untuk Dapil Sebatik, empat orang anggota DPRD Nunukan masing-masing H Saleh, H Andi Mutamir, Hj Nikmah, Hamsing dan Andre Pratama.


Mereka meninjau beberapa lokasi kegiatan fisik yang dilaksanakan pada 5 kecamatan di Pulau Sebatik.

Untuk sektor pendidikan, kegiatan fisik berjalan sesuai rencana yang berkualitas, hanya terdapat kekurangan pada bagian finishing, hal ini jadi catatan kontraktor untuk memperbaiki.

“Di beberapa sekolah SD, SMP di Pulau Sebatik melakukan renovasi Ruang Kelas Belajar (RKB), sebagian kegiatan itu dikerjakan swakelola,” kata Andre Pratama, Wakil ketua Pansus LKPJ, Selasa (6/4).

Penggunaan DAK bidang pendidikan lebih banyak diperuntukan bagi RKB, pagar dan lapangan upacara.

Sedangkan untuk pengadaan meja kursi dan papan tulis disiapkan pemerintah daerah lewat APBD.

Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp 300 miliar pada sektor pendidikan, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan tahun 2020, sebagian kegiatan dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR).

“Renovasi Ruang Kelas Belajar ini tidak dilengkapi mobiler, tapi pengadaan bisa diusulkan melalui DAK sesuai laporan kebutuhan sekolah,” kata Andre.

Dalam hal ini pemerintah pusat meminta syarat legalitas lahan berupa sertifikat kepemilikan dan inilah yang menjadi kendala di beberapa sekolah.

Perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di wilayah perbatasan sangat baik, karena bangunan inpres di beberapa sekolah di Sebatik kini berubah menjadi gedung permanen.

“SDN 005 Desa Binalawan mendapatkan anggaran renonasi 3 RKB, sekolah ini sebelumnya berbahan kayu bangunan Inpres,” ujarnya.

Tidak sebatas RKB, tahun 2020 pemerimtah pusat melalui DAK membangun 4 unit rumah dinas guru SMPN 1 Sebatik Barat.

“Anggaranya yang mencapai Rp 778.000 itu telah terealisasi 100 persen,” ujar Andre.

Untuk sektor pendidikan diharapkan dapat menjadi pemicu sekolah lebih meningkatkan mutu pendidikan, meski saat ini hampir semua sekolah masih melaksanakan belajar daring.

(ajn/pojoksatu)