Jadi Korban Pemerasan, Petinggi Perusahaan Milik Pemerintah Bakal Tempuh Jalur Hukum

pengacara Patrice Rio Capella

POJOKSATU.id, BANDUNG– Model Era Setyowati belakangan sedang menjadi sorotan publik. Hal itu disebabkan oleh pengakuannya yang mengaku anaknya ditelantarkan seorang pria yang disebut petinggi di salah satu perusahaan milik pemerintah.


Kini, muncul pengacara yang diberi kuasa oleh Profesor M. Ia membantah semua tuduhan dari Miss Landscape 2019 itu.

“Profesor M melalui kami semua ingin menyampaikan terkait hal tersebut. Bahwa apa yang disampaikan semua tidak benar,” ungkap pengacaranya, Patrice Rio Capella.

“Klien kami merasa terganggu, tak nyaman, merasa nama baiknya dicemarkan. Merasa bahwa keluarga beliau terganggu dengan pemberitaan ini, patut diduga ada upaya pemerasan terhadap klien kami.”


Sebelumnya, Era Setyowati bersama pengacaranya, Razman Nasution mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ia menyebut anaknya ditelantarkan.

Dalam kesempatan itu, mereka memang cuma menyebut Prof M, tak pernah mengungkap jati diri sang guru besar kampus negeri di Bandung tersebut

Patrice Rio Capella yang ditunjuk pun langsung membantah Profesor Muradi punya hubungan pernikahan dengan Era Setyowati.

“Kami sampaikan klarifikasi tak benar bahwa sudah ada pernikahan antara Profesor M dengan ES. Kalau tidak nikah, maka tidak ada anak dari keduanya,” ungkapnya.

Patrice Rio Capella ditunjuk lalu membantah tuduhan dari Era Setyowati. Bahkan, ia menduga koar-koar ini hanya untuk pemerasan.

“Bahwa tidak benar juga Profesor M memberikan sebuah apartemen yang diperuntukan untuk ES. Adapun tuduhan-tuduhan yang cenderung fitnah dan ada upaya pemerasan,” ungkapnya.

Bukan cuma tuduhan saja, sebab menurutnya, sebelum muncul di media, Era Setyowati sudah berjumpa dengan Profesor M

“Sebelum ini mereka sudah ketemu dan meminta Rp 1 miliar. Setelah ada pengacara meningkat jadi Rp 2 miliar. Apa yang disampaikan tidak memiliki dasar hukum yang jelas,” tuturnya.

Profesor M pun mengancam bakal mengambil langkah hukum terkait tuduhan tersebut.

“Maka kami akan mengambil langkah hukum kalau saudara ES dan pengacaranya mendiskreditkan kami terus di media masa tanpa mencari tahu kebenaranannya itu anak Prof M,” pungkas sang kuasa hukum.

(rif/pojoksatu)