Terpapar Ideologi ISIS dari Dunia Maya, Zakiah Aini Mahasiswi Pintar IPK 3,2

terduga teroris serang mabes polri

POJOKSATU.id, JAKARTA— Zakiah Aini diduga terpapar ideologi ISIS dari dunia maya atau internet. Padahal Zakiah selama kuliah 4-5 semester di Gunadarma Depok ber-IPK 3,2 dan 3,1.


Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menduga Zakiah Aini terpengaruh ideologi ISIS melalui sumber dari internet.

“Pelaku terpapar ideologi kekerasan ISIS yang saya duga terpapar melalu proses swaradikalisasi, yang sumbernya bisa dari internet atau sumber lain,” terangnya, Kamis (1/4).


Menurutnya, Zakiah Aini melakukan hal tersebut karena memiliki tujuan pribadi.

Tujuan pribadi tersebut tidak lain untuk mencapai kemuliaan yaitu mati syahid (surga).

“Pelaku ini mempunyai tujuan pribadi, tujuan ideologi karena keyakinan akan mencapai kemuliaan/surga dengan cara melakukan aksi melawan pihak yang dianggap thaghut atau musuh,” ucapnya.

Karena itu, apa yang dilakukan pihak kepolisian menembak Zakiah Aini di tempat merupakan tindakan tegas untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

“Dalam situasi itu banyak kemungkinan bisa terjadi dan jika tidak diambil tindakan cepat justru bisa membahayakan petugas atau masyarakat sekitar,” kata Stanislaus.

Menurutnya, pelaku penyerang Mabes Polri ini satu kesamaan ideologi dengan pelaku penyerangan polisi di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016 lalu.

“Ini bukan satu jaringan tapi ini satu ideologi dengan pelaku bom bunuh diri dan baku tembak di Thamrin,” katanya, Kamis (1/4).

“Belum ditemukan adanya pengaruh jaringan pada pelaku kemarin, makanya disebut lone wolf, merencanakan dan melakukan sendiri,” jelasnya.

Seperti diketahui, Zakiah Aini pernah berkuliah di jurusan Akuntansi, Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

“Memang benar pernah kuliah di Gunadarma, hanya saja keaktifan yang bersangkutan hanya sampai semester empat,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian, kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

“Jadi yang bersangkutan itu masuk tahun 2013. Kemudian semester lima dan seterusnya tidak aktif. Artinya, sesuai aturan yang berlaku di Gunadarma, yang bersangkutan tidak lagi menjadi mahasiswa Gunadarma,” jelasnya.

Pihak kampus mengaku kurang mengetahui alasan Zakiah ini tidak melanjutkan studinya di Universitas Gunadarma sehingga secara sistem dianggap telah keluar/drop-out.

Zakiah belum dimungkinkan mengikuti organisasi kemahasiswaan di Universitas Gunadarma saat itu, karena usia studinya baru memasuki awal tahun kedua.

Di sisi lain, ditilik dari riwayat akademisnya, Zakiah mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang cukup baik selama hampir 2 tahun studinya.

“Yang bersangkutan dari sisi akademis mempunyai prestasi akademis yang baik selama tiga semester,” jelasnya.

“Kalau tidak salah (IPK Zakiah Aini) sekitar 3,2 atau 3,1,” kata Wakil Dekan 3 Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Budi Prijanto, kepada wartawan, Kamis.

“Apakah yang bersangkutan berogranisasi di luar, kami tidak bisa jawab, terus terang. Kami punya keterbatasan pengawasan,” kata Budi lagi.

(ral/int/pojoksatu)