Pengamat Intelijen: Pelaku Penyerang Mabes Polri Ternyata Satu Ideologi dengan Pelaku Bom Bunuh Diri di Thamrin, Sama-sama Punya Tujuan Ini 

terduga teroris serang mabes polri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menilai pelaku penyerang Mabes Polri satu kesamaan ideologi dengan pelaku Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa tahun lalu.


Diketahui, Pada 14 Januari 2016, tepat lima tahun lalu, bom meledak disusul baku tembak antara teroris dan polisi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Ini bukan satu jaringan tapi ini satu ideologi dengan pelaku bom bunuh diri dan baku tembak di Thamrin,” katanya dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Kamis (1/4/2021).


Lebih lanjut, Stanislaus menyebutkan pihak kepolisian belum bisa memastikan jaringan pelaku penyerang Mabes Polri yaitu Zaskiah Aini.

“Belum ditemukan adanya pengaruh jaringan pada pelaku kemarin, makanya disebut lone wolf, merencanakan dan melakukan sendiri,” jelasnya.

Kendati demikian, Stanislaus sendiri menduga bahwa Zaskiah Aini terpengaruh ideologi ISIS melalui sumber dari internet.

“Pelaku terpapar ideologi kekerasan ISIS yang saya duga terpapar melalu proses swaradikalisasi, yang sumbernya bisa dari internet atau sumber lain,” terangnya.

Menurutnya, Zaskia Aini melakukan hal tersebut karena memiliki tujuan pribadi.

Tujuan pribadi tersebut, tambah Alumni Universitas Indonesia (UI) itu tidak lain untuk mencapai kemuliaan yaitu mati Syahid (Surga).

“Pelaku Ini mempunyai tujuan pribadi, tujuan ideologi karena keyakinan akan mencapai kemuliaan/surga dengan cara melakukan aksi melawan pihak dianggap thaghut atau musuh,” ucapnya.

Karena itu, apa yang dilakukan pihak kepolisian menembak Zaskia Aini di tempat merupakan tindakan tegas untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

“Dalam situasi itu banyak kemungkinan bisa terjadi dan jika tidak diambil tindakan cepat justru bisa membahayakan petugas atau masyarakat sekitar,” pungkas Stanislaus.

Sebelumnya, aksi teror terjadi di Mabes Polri pada Rabu (31/3) sore.

Dari rekaman CCTV yang merekam serangan tersebut, terlihat perempuan mengenakan busana serba tertutup menodongkan senjata ke arah polisi yang berjaga.

Saat pelakku telah dilumpuhkan hingga tewas, tampak sebuah map kuning tergeletak tak jauh dari jasadnya.

Selain itu ada pula diduga senjata api laras pendek yang ia pegang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan pelaku teror di Mabes Polri berinisial ZA.

Pelaku beraksi seorang diri atau lone wolf.

Kapolri meyakini aksi ZA didorong oleh paham radikalisme teroris yang kemungkinan terhubung dengan jaringan ISIS.

(muf/pojoksatu)