Teror Bom Bunuh Diri di Tengah Pandemi, LDII Anggap Kejahatan Paling Keji

Foto dua terduga pelaku bomber gereja Katedral Makassar (ist)
Foto dua terduga pelaku bomber gereja Katedral Makassar (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar mengundang banyak kecaman dari sejumlah tokoh dan ormas-ormas Islam.


Salah satunya datang dari Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso.

LDII mengutuk keras serangan aksi bom bunuh diri tersebut.

Pasalnya, serangan terhadap kemanusiaan dilakukan pada saat bangsa Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19.


“Kami, warga LDII mengutuk peristiwa tersebut, karena bukan hanya aksi teror bermotif ideologi tapi juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegasnya.

“Serangan saat pandemi, tentu dilakukan oleh mereka yang mengabaikan perikemanusiaan,” kata Chriswanto Santoso kepada wartawa, Rabu (31/3/2021).

Menurut Chriswanto, tak ada ajaran dalam Islam yang mengajarkan kekerasan terhadap umat beragama lainnya.

Bahkan, sikap serangan terhadap agama lain bisa memicu terganggunya modal sosial bangsa dan persatuan dan kesatuan antar umat beragama.

“Modal sosial merupakan penopang pembangunan bangsa, bila hal tersebut terganggu, terganggu pula kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuh Chriswanto.