Pasca Bom Makassar, Guru Besar Unpad Ingatkan Aparat harus Cepat Kembai ke Fungsinya, Bahaya Besar di Depan Mata

Teroris jaringan Jamaah Islamiyah yang dipindahkan dari Lampung ke Jakarta. Foto: Hendrik/PojokBanten.com

Menurutnya, penanganan pandemi Covid-19 bisa dikerjakan pemda di daerah dan lembaga yang berkaitan langsung untuk tingkat pusat.


“Kalaupun TNI-Polri mau dilibatkan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 itu tidak maksimal personelnya. Misal satu Polres ada 400 personel, 100 personel dilibatkan penanganan pandemi Covid-19, sisanya kembali ke tugas dan fungsi awal sebagai anggota Polri,” jelasnya.

Pasca teror bom Makassar, Prof Muradi menilai aparat keamanan baik Polri, TNI, BNPT dan BIN harus segera melakukan pemetaan kembali daerah rawan radikalisme.


“Saya melihat pola saat ini para teroris mulai kembali ke pola lama, yakni dengan melakukan tatap muka. Artinya mereka (pelaku teror) mulai meninggalkan teknologi seperti media sosial,” jelasnya.

Pola lama ini, patut diwaspadai oleh aparat keamanan kita karena melakukan pendekatan masif ke perkumpulan, atau menemui langsung masyarakat.

“Artinya semua komponen aparat keamanan harus kembali ekstra melakukan langkah pencegahan, agar tidak ada sel baru jaringan teroris,” pungkasnya.

(rif/pojoksatu)