Pasca Bom Makassar, Guru Besar Unpad Ingatkan Aparat harus Cepat Kembai ke Fungsinya, Bahaya Besar di Depan Mata

Teroris jaringan Jamaah Islamiyah yang dipindahkan dari Lampung ke Jakarta. Foto: Hendrik/PojokBanten.com

POJOKSATU.id, BANDUNG – Guru Besar Bidang Keamanan Dalam Negeri Unpad, Prof Muradi mengingatkan aparat ekamanan harus secepatnya kembali ke fungsinya pasca teror bom Makassar.


Sebab selama setahun terakhir, aparat keamanan Polri, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN) difungsikan dan dilibatkan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Bom Makassar kemarin, disebutnya menjadi sinyal bahwa jaringan teroris kembali aktif.

“Saya kira harus kembali ke fungsinya sebagai penjaga keamanan dalam negeri, karena situasi pandemi Covid-19 sudah relatif landai saat ini dengan tahapan vaksinasi yang sudah berjalan,” ujarnya, Selasa (30/3/2021).


Prof Muradi menilai, tugas-tugas sepeti mendeteksi dini ancaman teror harus kembali ditingkatkan.

“Dengan situasi pandemi Covid-19, bukan tidak mungkin sel-sel jaringan teroris kembali membuat strategi, karena semua fokus ke pandemi Covid-19,” jelasnya.

Untuk itu, perihal tugas penanganan pandemi Covid-19 oleh lembaga pertahanan negara, agar tidak menjadi tugas prioritas.

“Tugas pokok dan prioritasnya menjaga keamanan, melakukan deteksi dini adanya ancaman, baik dari dalam dan luar negeri,” tegasnya.