Penganten Wanita Meninggal Sebelum Akad Nikah, Warga Sekampung Berduka, Tetap Hadir Beri Sumbangan

Screenshoot video pengantin wanita yang dimakamkan sesaat sebelum akad nikah (ist)
Screenshoot video pengantin wanita yang dimakamkan sesaat sebelum akad nikah (ist)

POJOKSATU.id, PASURUAN – Warga Desa Karanganyar, Kraton, Pasuruan, tetap hadir ke rumah almarhum Umi Salama, penganten wanita yang meninggal sebelum akad nikah, Kamis malam (25/3).

Umi Salama, penganten wanita di Pasuruan, Jatim, meninggal beberapa jam sebelum melangsungkan akad nikah bersama penganten pria pada Kamis malam.

Undangan yang terlanjur hadir ke rumah duka tetap datang dan ikut menyumbang seperti hajatan nikah.

Umi Salama merupakan warga Dusun Silorentek Barat, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.


Ketua RT 5/RW 1 Desa Karanganyar, Nurul Huda mengatakan undangan pernikahan sudah menyebar. Tenda pernikahan juga sudah berdiri.

Namun takdir Allah SWT mengubah suasana suka cita pernikahan menjadi duka cita kematian.

“Nggak ada yang menyangka. Tapi warga yang diundang tetap bowo (menyumbang),” kata Nurul Huda, Sabtu (27/3/2021).

Ali, tokoh masyarakat setempat menambahkan, orang tua almarhumah Salama sudah berusaha keras mengobatkan sakit anaknya.

Namun umur, kata dia, milik Allah SWT.

“Kalau pengobatan dikejar sama orang tuanya. Ya gimana lagi,” jelas Ali.

Diketahui, Umi Salama meninggal pada Kamis (25/3) sore atau sekitar tiga jam sebelum akad nikah digelar pada pukul 19.00 WIB.

Umi Salama selama ini disebut memiliki penyakit paru-paru.

Kisah pilu ini tersebar di media sosial lewat video yang diberi teks ‘Pelaminan Menjadi Keranda’.

Video ini banyak menyebar di Instagram dan Facebook.

Dalam video itu tampak orang-orang menggotong keranda melintasi warga yang rata-rata memakai sarung dan kopiah.

Warga terlihat ramai menyaksikan keranda jenazah ini digotong melalui rumah penganten wanita yang masih dibalut resepsi.

Keranda berkain hijau itu digotong dari tenda pernikahan menuju ke pemakaman.

Kemudian, seorang pria berkemeja putih dengan kopiah hitam tampak larut dalam kesedihan. Beberapa orang menenangkan pria yang merupakan mempelai pria.

 

(ral/int/pojoksatu)