Pelaminan Berujung Duka, Mempelai Wanita Meninggal Sebelum Mempelai Pria Tiba Untuk Akad Nikah

Screenshoot video pengantin wanita yang dimakamkan sesaat sebelum akad nikah (ist)
Screenshoot video pengantin wanita yang dimakamkan sesaat sebelum akad nikah (ist)

POJOKSATU.id, PASURUAN – Kisah pelaminan berujung duka terjadi di Desa Karanganyar, Kraton, Pasuruan. Seorang penganten wanita meninggal sebelum penganten pria tiba untuk akad nikah.


Kisah pelaminan berujung duka ini terjadi Kamis malam (25/3) di Dusun Silorentek Barat, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jatim.

Kisah pilu ini tersebar di media sosial lewat video yang diberi teks ‘Pelaminan Berujung Keranda’.

Dalam video yang beredar di Instagram ini, tampak orang-orang menggotong keranda melintasi warga yang rata-rata memakai sarung dan kopiah.


Keranda berkain hijau itu digotong dari tenda pernikahan menuju ke pemakaman pada malam hari.

Kemudian, seorang pria berkemeja putih dengan kopiah hitam tampak larut dalam kesedihan.

Beberapa orang menenangkan pria yang merupakan mempelai pria itu.

Mempelai wanita yang meninggal bernama Umi Salama. Sedangkan mempelai pria bernama Muhammad Fadil, pria asal Jember.

Ketua RT 05 Dusun Selorentek, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda membenarkan peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/3) sore.

Kedua mempelai yang akan melangsungkan pernikahan itu adalah Umi Salama dan M Fadil.

“Iya benar, yang meninggal itu warga sini. Yang mempelai perempuan bernama Umi Salama sedangkan mempelai laki-lakinya M Fadil dari Kabupaten Jember,” terang Nurul Huda.

Nurul Huda pun kemudian menceritakan kisah akhir kedua mempelai yang menyedihkan itu.

Setelah Shalat Duhur, Umi Salama yang punya riwayat penyakit paru-paru itu tiba-tiba kesehatannya drop.

Setelah dilakukan penanganan darurat dan belum sempat dibawa ke rumah sakit, Umi Salama meninggal dunia.

Nurul Huda mengatakan, Salama diperkirakan berusia 23 tahun. Ia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Kedua adiknya laki-laki.

“Selama ini almarhumah menuntut ilmu di pesantren. Jarang di rumah,” kata Nurul.

Menurut Nurul, Salama meninggal sekitar pukul 16.00 WIB, sementara rencana akadnya pukul 19.00 WIB. Jenazah dimakamkan pada jam yang sedianya untuk melangsungkan akad nikah.

“Calon suami dan keluarganya tiba, beberapa saat dimakamkan. Semuanya menangis,” pungkasnya.

Sementara itu, bibi almarhumah Umi Salama mengatakan, rencana akad nikah keponakan perempuannya itu Kamis malam habis Isya. Namun takdir berkata lain, keponakannya meninggal pada Kamis sore (25/3).

“Itu rencana akad nikah Kamis malam Jumat, habis isya. Tapi keponakan saya meninggal sore,” kata bibi almarhumah, Sabtu (27/3/2021).

(ral/int/pojoksatu)