Pelaku Pemenggal Ayah Kandung Bakal Diperiksa Kejiwaannya, Dokter: Alasan Halusinasi Santet Makanya Akan Diobservasi

RK, tersangka anak penggal kepala ayah di Lampung.
RK, tersangka anak penggal kepala ayah di Lampung.

POJOKSATU.id, LAMPUNG-  Kukuh Priyo Waskito (21) Pelaku pemenggal kepala ayah kandung akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Selasa (23/3).


Warga Sendang Agung Rejo, Lampung Tengah ini rencananya akan dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan.

Komite Etik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung, Dr. Tendry Septa mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan nantinya berbentuk Visum Etrepertum Psikiatrum.

Dia mengatakan, proses pemeriksaan kurang lebih akan dilakukan selama 1 hingga 14 hari.

“Prosesnya memakan rentan waktu 1 sampai 14 hari. Kalau dalam waktu tersebut hasilnya belum keluar, kita mintakan perpanjangan,” katanya.

Adapun hasil visum tersebut nantinya digunakan untuk menentukan kondisi kejiwaan pelaku. Di samping itu, pemeriksaan kejiwaan tersebut juga berkaitan dengan kecakapan pelaku di persidangan.

Senada, Kapolsek Kalirejo, Iptu Edi Suhendra mengatakan, dibawanya pelaku ke rumah sakit jiwa guna menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku. “Kita bawa untuk pemeriksaan kejiwaan, observsi,” katanya.

Hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku menghabisi nyawa korban lantaran takut akan disantet oleh Slamet (67), ayah kandungnya.

“Jadi dia semacam berhalusinasi dan mengaku akan disantet orangtuanya. Maka itu, kita lakukan observasi,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Pelaku juga diancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Slamet (69) itu dipenggal oleh anaknya sendiri, PK (25).

Kepala Slamet dipenggal hingga putus. Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Kampung Sendangrejo, Kecamatan Sendangagung, Lampung Tengah, Senin (22/3).

Pelaku memenggal kepala ayahnya yang sedang duduk. Kepala korban terpisah dari badan.

Pelaku kemudian mengambil dan menenteng kepala sang ayah sambil ngomong “Bapak saya mati”.

(ega/yud/pojoksatu)

Loading...