Miris! Mayat Istri Disimpan di Kos Karena Deddy Hakim Tak Punya Uang

Jenazah Indah Kusaini dievakuasi menggunakan ambulans PMI.

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Gara-gara tak punya uang, Deddy Hakim Sugiharto (43) terpaksa menyimpan mayat istrinya, Indah Kusaini (30) di kamar kos.


Indah Kusaini meninggal di kamar kos tempat tinggalnya di Lingkungan Panggerman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Mojokerto, Minggu (14/3) siang.

Deddy Hakim pontang-panting mencari pinjaman uang agar bisa menyewa ambulans dan memakamkan istrinya.

Selain itu, Deddy Hakim juga kebingungan mencari lahan pemakaman untuk istrinya.


Setelah tertahan selama 24 jam di kamar kos, jenazah Indah akhirnya bisa dibawa ke lokasi pemakaman.

Deddy bisa bernafas lega setelah ambulans milik PMI Kota Mojokerto siap membantu mengantar jenazah istrinya tanpa bayaran alias gratis.

”Maaf kalau terlalu lama, karena dari pagi masih menunggu konfirmasi ambulans rumah sakit. Alhamdulillah ini tadi katanya ada bantuan ambulans gratis. Makanya saya senang,” ujar Deddy, Senin (15/3).

Dia berkeliaran selama berjam-jam mencari pinjaman uang untuk biaya pemakaman istrinya.

Ia mencari pinajaman untuk biaya pemulasaran rumah sakit, lahan makam, hingga tenaga penggali kuburan.

”Karena posisi mendadak kan tidak punya uang. Jadi cari pinjaman dulu. Untuk biaya rumah sakit dan kuburannya juga. Karena kalau tidak warga setempat kan harus beli tanah juga istilahnya,” katanya.

Deddy tidak mau menyebutkan secara detail berapa jumlah biaya yang dibutuhkan. Biaya ini berhubungan dengan status istrinya yang berasal luar daerah.

Indah merupakan warga kelahiran Jakarta yang selama setahun terakhir bersama Deddy tinggal di kos tersebut.

Selama ini, istrinya memang sakit-sakitan. Dia memiliki riwayat penyakit kelenjar getah bening.

Dia mengaku lega setelah menemukan ambulans yang sukarela mengantarkan jenazah istrinya.

”Saya sudah minta waktu ke bapak kos. Karena dari tengah malam saya sudah muter-muter,” terangnya.

Sekitar pukul 11.30, ambulans akhirnya datang. Jenazah Indah dikuburkan di kompleks pemakanan Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M. Sulkan yang datang ke lokasi menyebutkan, kejadian ini menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Ia mengimbau kepada warga supaya lebih peka dan komunikatif dengan sesama. Hal ini dilakukan supaya kejadian jenazah telantar seperti ini tidak terulang.

”Yang membuat lama karena suaminya bingung dimakamkan di mana,” ucap Sulkan, seperti dilansir Radar Mojokerto.

“Kalau ini tadi informasi dari dokter meninggalnya wajar dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dan saksi dari tetangga sini memang sudah lama sakit,” tambahnya.

(adi/mj/pojoksatu)