Presiden Jokowi Diisukan 3 Periode, Prof Jimly : Ini Ide Buruk Cuma Digulirkan Sebagai Jebakan Saja

Prof Jimly Asshiddiqie
Prof Jimly Asshiddiqie

POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie ikut menanggapi wacana Presiden Jokowi mau menjabat 3 periode. Menurut Prof Jimly, ini adalah jebakan saja.

Mantan Ketua MK dan juga Wantimpres era SBY tahun 2010, Jimly Asshiddiqie, ikut memberikan tanggapan atas isu Presiden Jokowi mau menjabat 3 periode.

Tanggapan disampaikan mantan Ketua DKPP ini melalui akun Twitter @jimlyAs, Minggu (14/3) malam.

“Jangan ada yang terpancing dengan wacana masa jabatan presiden 3 periode. Ini ide yang buruk dari semua seginya dan cuma digulirkan sebagai jebakan saja,” katanya.


Menurut Prof Jimly, bangsa Indonesia tidak membutuhkan perpanjangan jabatan presiden hinggga 3 periode.

Seperti diketahui, sesuai ketentuan perundang-undangan, masa jabatan presiden dibatasi hanya 2 periode saja.

“Bangsa kita pun juga tidak membutuhkan perpanjangan masa jabatan presiden sama sekali. Maka kalau ada ide perubahan terbatas UUD, jangan kaitkan denga isu 3 periode ini,” tegasnya.

Berita sebelumnya, Amien Rais yang baru bertemu Jokowi beberapa hari lalu di Istana Negara, kembali melontarkan dugaan Presiden Jokowi mau 3 periode. Menurut Amien, ini sudah jadi opini publik.

Amien Rais melontarkan dugaan Presiden Jokowi akan meminta kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menggelar sidang istimewa.

Amien mengatakan sidang istimewa itu diduga akan ada usul pasal-pasal mengenai masa jabatan presiden 3 periode.

Pernyataan itu disampaikan Amien Rais melalui YouTube Channel Amien Rais Official yang diunggah pukul 20.00 WIB, Sabtu (13/3/2021) seperti dilihat Pojoksatu.id.

Video ini berdurasi sekitar 30 menit. Membahas mengenai persoalan kebangsaan yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Kemudian yang lebih penting lagi, yang paling berbahaya adalah ada usaha yang betul-betul luar biasa skenario dan back-up politik serta keuangannya itu,” katanya.

“Supaya nanti presiden kita Pak Jokowi bisa mencengkram semua lembaga tinggi negara, terutama DPR, MPR, dan DPD,” katanya.

“Tapi juga lembaga tinggi negara lain, kemudian juga bisa melibatkan TNI dan Polri untuk diajak main politik sesuai dengan selera rezim,” ujar Amien Rais.

“Tentu hal ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Amien Rais kemudian menyebut setelah lembaga negara itu bisa dikuasai, Jokowi akan meminta kepada MPR untuk menggelar sidang istimewa.

Salah satu agenda sidang istimewa itu untuk memasukkan pasal masa jabatan presiden hingga tiga periode.

“Jadi sekarang ada semacam publik opini, yang mula-mula samar-samar, tapi sekarang makin jelas ke arah mana rezim Jokowi,” katanya.

Menurutnya, mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR, yang mungkin satu, dua pasal yang katanya perlu diperbaiki, yang mana dia juga tidak tahu yang mana yang mau diperbaiki itu .

“Tapi kemudian nanti akan ditawarkan baru yang kemudian memberikan hak presidennya itu bisa dipilih tiga kali,” jelasnya

“Nah kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka saya kira kita bisa segera mengatakan ya innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucapnya lagi. (ral/pojoksatu)