Diharuskan Lapor Sendiri Ke Polda Metro Soal Andi Mallarangeng, Moeldoko Malah Terlihat Beli Sayur

Moeldoko bersama istri belanja sayur Sabtu pagi (Instagram)

POJOKSATU.id, JAKARTA-– Moeldoko diharuskan lapor sendiri ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Andi Mallarangeng. Hal ini sesuai SE Kapolri terkait UU ITE.

Laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Moeldoko yang dilakukan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, belum diterima Polda Metro Jaya.

Sesuai SE Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setiap korban dugaan pencemaran nama baik atau pelanggaran UU ITE, diharuskan membuat laporan sendiri, tak boleh diwakilkan.

Kepala Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat versi KLB Sumut, Razman Arif Nasution, menyebut, salah satu alasan laporan pihaknya belum diterima polisi karena Moeldoko sebagai pihak pelapor tak hadir langsung ke Polda Metro Jaya.


“SOP-nya harus pelapor itu sendiri,” kata Razman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (13/3/2021).

Selain itu, Razman Nasution menyebut pihak Polda Metro Jaya meminta pihaknya menyatukan bukti-bukti yang mereka bawa ke dalam satu tempat penyimpanan.

Razman mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, namun dia menyayangkan standard operating procedure (SOP) pelaporan kasus ITE, yang menurutnya, tidak disampaikan dengan baik ke publik.

“Kami akan lengkapi ini. Kami hari ini saya didampingi tim hukum Pak Syamsul yang diberi tugas sebagai kuasa pelapor dari Bapak Moeldoko, dan syarat-syaratnya diminta saya lengkapi karena ada SOP yang tidak diedarkan,” ujarnya.

Razman menyebut Moeldoko memberikan kuasa kepadanya untuk membuat laporan terhadap Andi Mallarangeng.

Dia menilai surat kuasa dari Moeldoko seharusnya cukup untuk membuat laporan terkait dugaan pelanggaran UU ITE.

“Karena Pak Moeldoko bukan nggak mau hadir. Biasalah ngurus keluarga, lagi istirahat. Bisa jadi melimpahkan karena itu boleh, selama ini juga boleh. Nah sekarang katanya ada SOP. Makanya saya tanya SOP-nya mana,” ujar Razman.

Dia mengatakan akan melaporkan masalah tersebut ke Moeldoko. Dia belum memastikan apakah Moeldoko akan hadir langsung melaporkan Andi.

“Nanti saya bicarakan, pastilah,” imbuhnya.

Sementara itu, Moeldoko terpantau mengunggah video di akun Instagram resminya, Sabtu (13/3).

Selain Moeldoko yang juga masih menjabat sebagai KSP Jokowi ini, Jhoni Allen Marbun juga terpantau ikut mengomentari unggahan Moeldoko di Instagram ini.

Jhoni Allen merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi KLB yang digelar di Deliserdang, Sumut.

Adapun unggahan Moeldoko ini berisi percakapan dengan tukang sayur. Namun isi percakapan itu sendiri tidak bisa didengar karena ada suara musik pengiring atau soundtrack video.

Terlihat Moeldoko belanja bawang dan kerupuk dalam unggahan itu.

Namun dalam statusnya, Moeldoko menceritakan bahwa ia mampir ke gerobak sayur Pak Arwani usai olahraga bersama istri.

“Usai olahraga, bersama istri mampir ke gerobak sayurnya Pak Arwani. Sejak pandemi COVID-19, pendapatan Pak Arwani turun hampir 40 persen,” kata Moeldoko dalam status Instagram @dr_moeldoko, Sabtu (13/3).

“Kalau kita semua sudah divaksin, semoga kehidupan dan penghasilan para pedagang kecil seperti dia bisa kembali normal,” katanya lagi.

Sementara itu, Jhoni Allen Marbun terlihat ikut mengomentari postingan Moeldoko ini.

“Kita bikin sesuatu yang lebih demokratis ndan,” ungkap Jhoni Allen melalui akun @johny.allen.marbun, Sabtu pagi.

 

(ral/pojoksatu)