Bangkai Bus Sri Padma Dievakuasi, Polisi Bakal Datangkan ATPM

Tim gabungan melakukan reka ulang kecelakaan bus di Tanjakan Cae, Wado, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/3/2021)

POJOKSATU.id, SUMEDANG- Polres Sumedang sudah mengangkat bangkai bus pariwisata Sri Padma dari dasar jurang, sedalam 20 meter dari badan jalan, Jumat (12/3).

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menjelaskan, usai bus tersebut diangkat dari jurang sedalam 20 meter, langsung dilakukan pengecekan fisik.

“Pengecekan fisik kita lakukan dari bangkai bus tersebut,” jelasnya, Jumat (12/3) saat dihubungi.

Pihak Satlantas, menurut Kapolres sudah mendatangkan ATPM (agen tunggal pemegang merek) dan pemilik travel bus Sri Padma.


“Ini dilakukan untuk mengecek fisiknya secara bersama-sama, yang nantinya hasilnya akan didiskusikan bersama semua pihak, untuk mengetahui penyebab atau kronologis kecelakaan,” paparnya.

Kapolres menambahkan, pemilik travel bus sudah dimintai keterangan sejak Rabu malam saat kejadian.

“Kejadian Rabu jam 18.00, Kamis dinihari kami langsung memanggil pemilik travel bus,” jelasnya.

Untuk korban luka sendiri, Kapolres menjelaskan dari 38 orang yang dirawat di RSUD Sumedang, kini tinggal 22 orang.

“Tinggal 22 orang yang dirawat di RSUD Sumedang,” terangnya.

Hari ini, tim Satlantas terus memaksimalkan penyelidikan, guna mencari penyebab bus tersebut kecelakaan.

“Kita maksimalkan penyelidikan hari ini, ” pungkasnya seraya menambahkan posisi bangkai bus berada di pos polisi Wado.

Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata itu bernama Sri Padma bernomor polisi T 7591 TB yang mengangkut puluhan peziarah dan tour SMP IT Al Muawanah, Cisalak Subang. Bus mengangkut rombongan setelah berziarah dari Pamijahan, Tasikmalaya. Hal itu diketahui dari nametag yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

(rif/pojoksatu)