Penembakan 4 Laskar FPI Naik Penyidikan, Mabes Polri: Disangkakan 3 Anggota Polri

Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

POJOKSATU.id, JAKARTA— Mabes Polri menggelar konferensi pers virtual penembakan 4 laskar FPI atau kasus KM 50. Hasilnya, kasus ini naik penyidikan dengan yang disangkakan 3 anggota Polri.


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono melalui konferensi pers virtual, Rabu (10/3/2021) menyebutkan, sehubungan dengan peristiwa KM 50, menyangkut kejadian kekerasan yang terjadi antara polisi dan anggota FPI.

“Polisi menerima dua laporan atas kasus tersebut,” jelasnya.

Laporan Polisi (LP) pertama yaitu LP Nomor 1340. LP ini berisi peristiwa secara bersama-sama melakukan tindakan kekerasan kepada petugas yang sedang menjalankan tugasnya.


Proses penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan. Dan 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa itu.

Dikatakan Brigjen Rusdi, 6 anggota FPI tersebut sudah meninggal dunia. Berdasarkan KUHP, penyidikan dapat dihentikan demi hukum, dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya tersangka meninggal dunia.

“Maka dilakukan penghentian penyidikan terhadap Laporan Polisi Nomor 1340,” jelasnya dalam konferensi pers virtual yang bisa disaksikan di media sosial itu.

Kemudian Laporan Polisi (LP) yang kedua yaitu LP Nomor 0132. Laporan polisi ini tentang peristiwa meninggalnya 4 anggota FPI.

“Proses penyelidikan telah berjalan dan hari ini dilakukan gelar perkara terhadap proses penyeldikan yang dilakukan,” katanya.

“Hasil gelar perkara hari ini, status dinaikkan ke penyidikan. Dengan yang disangkakan terhadap 3 anggota Polri. Tentunya Polri akan menyelesaikan perkara ini,” tegasnya.

Menurut Brigjen Rusdi, hal ini sejalan dengan rekomendasi Komnas HAM kepada Polri.

“Sekali lagi , tentunya Polri akan menyelesaikan perkara ini secara transparan, profesional dan akuntabel,” katanya lagi.

 

(ral/pojoksatu)