3 Anggota Polda Metro Status Terlapor, Pengacara HRS: Kami Minta Komandan di Mobil Hitam Diperiksa

Ilustrasi polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum 6 laskar FPI yang tewas ditembak polisi mendorong Bareskrim Polri mengusut tuntas kasus tersebut. Aziz Yanuar meminta jangan berhenti di level anggota.

Aziz mengharapkan pengusutan kasus itu tak berhenti di level anggota lapangan, tetapi juga pimpinan yang memberi perintah penembakan terhadap para laskar FPI.

“Jadi dilihat siapa mereka yang keji seperti itu dan komandan di Land Cruiser hitam?” kata Azis Yanuar saat dihubungi, Minggu (7/3).

Dia menyebut soal orang-orang misterius di Toyota Land Cruiser hitam dalam peristiwa yang memang tertulis dalam laporan Komnas HAM.


Komnas HAM sebelumnya menulis laporan terkait dugaan pembunuhan di luar proses hukum atau unlawful killing dalam peristiwa bentrok FPI dan polisi.

Polisi sempat berkilah menembak karena membela diri (overmacht).

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan, tiga anggota Polda Metro Jaya yang terlibat dalam bentrok dengan enam laskar FPI itu berpotensi menjadi tersangka.

Ketiganya juga saat ini sudah menjadi terlapor dalam kasus itu dan dibebastugaskan.

Dalam kasus ini, ada tiga anggota Polri yang menjadi terlapor. Ketiganya adalah anggota Polda Metro Jaya yang bertugas membuntuti rombongan Habib Rizieq Shihab saat itu.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, status ketiga prajurit Korps Bhayangkara itu masih sebagai terlapor.

“Sementara ini tidak melaksanakan tugas,” ujar Ahmad kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/3).

Perwira menengah ini mengaku belum tahu sanksi yang akan diberikan kepada tiga polisi itu.

“Kalau berstatus (terlapor) akan melalui mekanisme, melalui sidang etik (untuk sanksi). Saat ini proses masih berjalan,” kata Ahmad. (ral/jpnn/pojoksatu)