Lihat Hasil Survei NSN, Inikah Pertanda Pendukung Anies Baswedan harus Menguburkan Mimpi?

Anies Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anies Baswedan digadang-gadang menjadi salah satu nama potensial yang akan maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.


Alasannya, Anies menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta yang pernah menjadi batu loncatan Joko Widodo menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Akan tetapi, mimpi para pendukung Anies yang ingin melihat mantan Mendikbud itu jadi presiden sepertinya sulit tercapai.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei terbaru Nusantara Strategic Network (NSN), tingkat kepuasan publik terhadap Anies sangat rendah sekali.


Dalam survei tersebut, hanya 39,3 persen publik saja yang mengaku puas dengan kinerja Anies sebagai Gubernur DKI.

Angka itu tentu saja sangat rendah mengingat Anies Baswedan adalah calon petahana di Pilkada DKI mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Program NSN, Riandi, di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

“Tingkat kepuasan publik terhadap Gubernur DKI Jakarta incumbent Anies Baswedan rendah sekali, di bawah 40 persen,” ungkapnya.

Sebaliknya, jumlah publik yang mengaku tidak puas dengan kinerja Anies malah berada di atas setengah, yakni 51,5 persen.

“Sedangkan sisanya tidak tahu/tidak jawab 9,2 persen,” sambung Riandi.

Dengan demikian, Riandi memprediksi, untuk urusan Pilkada DKI saja, Anies harus bekerja super keras untuk sekerdar dua periode memimpin DKI.

“Sejak awal menjabat sebagai gubernur, Anies tampak tidak mampu men-deliver program sebagaimana yang dilakukan kepala-kepala daerah lainnya,” ulasnya.

Anies, sambung Riandi, juga hanya berputar-putar pada narasi yang memang menjadi keunggulan dalam mengatur kata-kata lewat media.

Terakhir, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta yang dimotori Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berniat menggulirkan interpelasi soal banjir.

Dalam janji kampanyenya, Anies mengusulkan naturalisasi sebagai alternatif normalisasi, tetapi banjir tetap menerjang ibukota.

Sebelumnya PSI juga menyoroti transparansi penyusunan anggaran (APBD) dan penggunaan dana untuk uang muka balap mobil Formula E.

Demikian pula dengan lambatnya pembangunan infrastruktur transportasi publik untuk mengatasi problem klasik kemacetan di ibukota.

“Sisa waktu Anies untuk memperbaiki kinerjanya makin sempit sebelum habis periode pada tahun depan,” ungkapnya.

Riandi mengungkap, peluang Anies juga bakal makin memudar jika benar nantinya Pilkada DKI dimundurkan pada 2024.

“Peluang Anies makin tipis untuk berlaga di panggung politik nasional,” tandasnya.

Untuk diketahui, survei Nusantara Strategic Network (NSN) ini dilakukan pada 20-27 Februari 2021.

Survei dilakukan dengan cara tatap muka dengan 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta.

Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error plus minus 4,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpnn/ruh/pojoksatu)