Putra Teroris Santoso tewas, Bom yang Dibawa di Badannya Meledak, 1 TNI Gugur

Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso muncul di You tube

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas TNI/Polri berhasil melumpuhkan dua teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.


Dua orang tersebut tewas setelah terlibat kontak senjata dengan Satgas TNI/Polri, Senin (1/3).

Salah satunya adalah putra mantan pimpinan MIT Poso, Santoso.

Dua teroris tersebut adalah Samir alias Alfin asal Provinsi Banten dan Irul warga Kabupaten Poso yang merupakan putra Santoso.


Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengungkapkan, kontak tembak tersebut terjadi saat pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa kelompok MIT akan melakukan aksi terorisme.

“Dari informasi yang diterima mereka akan melakukan amaliah,” kata Abdul, Selasa (2/3), dikutip dari Antara.

Dalam kontak tembak tersebut, satu DPO yakni Samir alias Alfin, tewas karena mengalami luka tembak di bagian kepala.

Sementara Irul tewas akibat bom yang dibawanya meledak di badannya sendiri.

Ada dua orang DPO lainnya yang berhasil melarikan diri. Salah satunya adalah pimpinan MIT, Ali Kalora

“Mereka waktu itu ada berempat dan dipimpin oleh Ali Kalora. Namun dua orang berhasil kabur dan sampai saat ini masih dalam pengejaran,” ungkapnya.