Diramal Arief Poyuono, Prabowo Ternyata Bukan Raja, Kalau Jokowi dan SBY Raja

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono
Arief Poyuono

Meramal dengan membaca berat tulang, jelasnya, diantaranya melihat seseorang berdasarkan tanggal dan jam kelahirannya.

“Saya melihat Jokowi ini dari berat tulang, dari metafisik China, Jokowi seorang raja, SBY raja, Prabowo bukan. Dari wetonnya kita bisa lihat,” ungkapnya.

Ia juga meyakini bahwa sosok presiden di 2024 mendatang adalah orang yang tidak lahir di Jakarta, tapi di tanah Jawab.

Yang dimaksud Arief Poyuono adalah Jawa Tengah, Yogyakarta atau Jaw Timur.


“Kalau yang lainnya enggak usah,” tegasnya.

Sementara, berdasarkan hitungan ‘ilmu Jawa’, sosok calon pemimpin penerus tongkat estafet dari tangan Jokowi, kata Aref, adalah orang asli Jawa.

Arief kemudian lebih memspesifik ramalan tersebut.

Yakni, orang yang lahir di tanah Jawa tapi plasenta atau ari-ari (istilah Jawa) dikubur di suatu tempat di wilayah Jawa Tengah atau Jawa Timur.

“Jadi ari-arinya harus ditanam di pulau Jawa. Yaitu Jawa Tengah, Jawa timur. Di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Lawu dan Gunung Slamet,” tuturnya.

Arief pun mengutarakan keyakinannya bahwa hitung-hitungan itu kecil kemungkinan meleset.

“Makanya boleh dicek, itu faktor satu dua yang menentukan. Yaitu faktor Tuhan dan garis tangan,” tandasnya.

(ruh/pojoksatu)