Korupsi Anggaran Revitalisasi Pasar Leles, PNS Jadi Tersangka

Polsekta Tamalanrea
Ilustrasi

POJOKSATU.id, BANDUNG-  Anggaran revitalisasi pasar leles, Kabupaten Garut, diduga dikorupsi dalam pelaksanaannya.


Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi pasar leles, Kabupaten Garut.

Asisten Pidana Khusus (aspidsus) Kejati Jabar, Riyono menjelaskan bahwa tiga orang ditetapkan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi revitalisasi Pasar Leles.


“Satu dari unsur PNS dan dua lagi dari unsur swasta,” ucap Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar, Riyono di Jalan Naripan, Bandung, Selasa (23/2/2021).

Ketiga tersangka itu yakni PF selaku PNS Pemkab Garut yang menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek revitalisasi Pasar Leles.

“Kemudian Rnn dan Arr dari unsur swasta atau dari PT Uni Tano Seuramo selaku pemenang tender proyek revitalisasi Pasar Leles,” terangnya.

Kronologis kasus ini, saat Pemkab Garut mengalokasikan dana hingga Rp 9 miliar untuk merevitalisasi Pasar Leles dengan dikerjakan oleh PT Uni Tano Seuramo. Namun pada pelaksanaannya, mereka merekayasa dokumen penawaran untuk memenuhi persyaratan lelang.

“Jadi ada rekayasa dokumen penawaran,” paparnya.

Selain itu, penyidik yang mendapat laporan dugaan korupsi dari masyarakat.

“Kami melakukan penyelidikan ke lokasi pasar dan melibatkan auditor untuk memeriksa kontruksi. Tapi ternyata ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Hasil audit dari ahli dari UGM dan BPKP Jabar, ternyata ada kerugian negara hingga Rp 1,9 miliar dalam proyek tersebut,” ujar Riyono.

Ia memastikan penanganan kasus tersebut menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan profesional.

“Kami pastikan semuanya berjalan profesional dan kedepankan asas praduga tak bersalah. Penetapan tersangka ini berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan penyidik,” pungkasnya.

(rif/pojoksatu)