Survei Parameter Poltitik Indonesia: Golkar Gusur Gerindra

Ketum Golkar Airlangga Hartarto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Elektabilitas Partai Gerindra semakin turun, digusur Partai Golkar. Itu berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia yang dirilis, Senin (22/2/2021).


Dalam hasil survei tersebut, posisi puncak masih ditempati PDIP dengan elektabilitas mencapai 25,1 persen.

Sementara posisi kedua ditempati Golkar dengan elektablitas mencapai 11,4 persen. Posisi itu menggusur Partai Gerindra yang berada di posisi ketiga yang melorot sampai di angka 10,9 persen saja.

“PDIP sementara masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi 25,1 persen disusul Partai Golkar dengan 11,2 persen dan Partai Gerindra 10,9 persen,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno dalam rilisnya, Senin (22/2/2021).


Adi menyebut, komposisi ini tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, partai yang dinahkodai Airlangga Hartarto itu dinilai konsisten dan tak pernah terlempar dari posisi tiga besar.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Golkar memiliki kader militan dan dukungan merata di semua daerah di Indonesia.

Sebaliknya Partai Gerindra justru melorot karena berbagai isu politik yang mendera partai tersebut. Termasuk bergabungnya mereka ke pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin.

Selain PDIP, Golkar dan Gerindra, berturut-turut PKB dengan elektablitas 8,0, persen disusul Demokrat 6,0 persen. Kemudian PKS 5,8 persen, Nasdem 5,4 persen, PAN 5,1 persen dan PPP 4,3 persen.

Partai yang tak mencapai parliamentary threshold antara lain Perindo (1,9 persen), PSI (1,5 persen), Berkarya (1,4 persen), Partai Hanura (1,2 persen) PBB (0,6 persen) Partai Garuda (0,3 persen), PKPI (0,2 persen). Sementara responden yang belum memiliki pilihan (undecided voters) sebanyak 11,2 persen.

Survei Parameter Politik Indonesia itu dilakukan pada Desember 2020 dengan mewawancari responden sebanyak 1.200 responden.

Pertanyaan yang diajukan antara lain, jika pemilihan umum legislatif dilakukan saat ini, partai politik mana yang akan dipilih.

Responden dalam survei ini adalah masyarakat atau populasi survei yang telah memiliki hak pilih atau suara seperti diatur dalam peraturan perundangan.

Kerangka sampel dalam survei ini adalah nomor telepon responden yang pernah diwawancarai secara tatap muka oleh Parameter Politik dalam survei nasional yang diselenggarakan pada rentang waktu September 2017 hingga Desember 2020.

Survei ini dilakukan kepada 1.200 responden dengan menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 data target yang telah dipilih secara random dari kerangka sampel.

Sementara margin of error survei ini sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(*/ruh/pojoksatu)