Anies Sebut Banjir Jakarta Surut 100 Persen Senin Dinihari, Ketua RT: Tidak Ada Settingan Apapun

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan. Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir telah 100 persen surut pada Senin dinihari (22/2). Diketahui banjir melanda Jakarta sejak Sabtu dinihari atau dua hari lalu.


Surutnya banjir di Jakarta 100 persen sesudah tergenang selama dua hari ini disampaikan Anies Baswedan saat apel di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2) pagi.

Anies Baswedan mengatakan banjir di Jakarta saat ini telah 100 persen surut. Anies berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras menangani banjir.

“Alhamdulillah atas izin Allah pada hari Minggu 1 hari kemudian 99,9 persen surut. Ini terjadi lewat kerja keras seluruh jajaran untuk melakukan pemompaan di tempat-tempat yang terdampak,” ungkap Anies saat apel di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2).


“Kemudian, hari Senin dini hari, jam 03.00 WIB pagi tadi, dipastikan bahwa 100 persen sudah surut,” katanya lagi.

Gubernur Anies Baswedan mengatakan, saat ini roda perekonomian dan kegiatan pemerintahan telah berjalan normal kembali di Jakarta.

Anies mengklaim hal itu karena upaya dari seluruh jajarannya yang mampu mengendalikan dampak dari curah hujan ekstrem beberapa hari lalu.

“Jadi Alhamdulillah hari Senin pagi, seluruh kegiatan perekonomian, kegiatan pemerintahan, bisa berlangsung tanpa ada gangguan sedikit pun akibat curah hujan ekstrem pada Sabtu yang lalu,” kata Anies.

Sementara itu Ketua RT 2/RW 1 Rawa Buaya, Jakarta Barat, M Yusuf, saat diberikan kesempatan berbicara di Balai Kota, dia bercerita di hadapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, perihal banjir yang menerjang wilayahnya.

Awalnya, Gubernur Anies meminta Ketua RT dan RW bercerita soal surutnya banjir di wilayah mereka.

Ketua RT Yusuf mulanya bercerita bahwa banjir mulai menerjang wilayahnya pada Sabtu (20/2) dan surut pada Minggu (21/2) malam.

Yusuf menyebut pompa air berfungsi dengan baik.

“Kami sebagai pengurus wilayah mengatakan apa yang sebenarnya, tanpa ada paksaan dan tanpa ada indikasi apapun, bahwa pada saat banjir di wilayah kami, pada saat itu hari Sabtu, tapi hari Minggu malam, paginya itu sudah surut,” jelasnya.

“Karena ada penanganan cepat, pompa air berfungsi dengan baik, ditambah dengan penyedotan damkar langsung 24 jam, dan akhirnya warga antusias banget dengan penanganan Pemprov DKI,” katanya lagi.

Di sela-sela sambutannya, Yusuf mengungkap kekurangan Anies hanya satu yaitu tidak punya buzzer atau pendengung.

Yusuf mengatakan cerita yang dia ungkapkan hari ini, tidak dibuat-buat dan tidak diatur siapapun.

“Itu kesaksian saya, karena ini cuman satu kekurangan Pak Anies, Pak Anies tidak punya buzzer. Bahwa hari ini benar-benar surut, dan tidak pernah ada settingan apapun,” tuturnya.

 

(ral/int/pojoksatu)