4 Bocah Tewas Terseret Banjir di Jakarta Selatan dan Barat, Siapa Tanggung Jawab?

TNI evakuasi emak-emak korban banjir Jakarta dari atap rumah.
TNI evakuasi emak-emak korban banjir Jakarta dari atap rumah.

POJOKSATU.id, JAKARTA— Banjir yang melanda DKI Jakarta pada Sabtu (20/2) menyebabkan 4 bocah meninggal dunia di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan.


Dua korban tewas di Jakarta Barat yaitu Arjuna Satria Perdana (7), warga Basmol RT 04 / RW 06 Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Dan Chris Dewa Al Rohman (8) warga Basmol RT 012 / RW 06, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Kemudian satu bocah perempuan usia 7 tahun juga di Jakarta Barat.

Sementara satu bocah lagi tewas atau meninggal dunia terseret banjir di Jakarta Selatan.

Plt Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto melalui keterangan tertulis, Minggu (21/2/2021) membenarkan meninggalnya 4 bocah ini.

“4 anak-anak, terdiri dari 3 anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain. Dan 1 anak perempuan usia 7 tahun yang tenggelam di Jakarta Barat,” jelasnya.

Selain 4 bocah tersebut, satu lansia berusia 67 tahun juga meninggal karena banjir di Jakarta ini.

Korban lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki ini terkunci di dalam rumahnya di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Bermain di RPTRA Kembangan

Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri mengatakan, dua korban yang meninggal di Kelurahan Kembangan merupakan bocah yang sedang bermain di RPTRA.

Kedua bocah yaitu Arjuna Satria Perdana (7) dan Chris Dewa Al Rohman (8).

Menurut Kompol Khoiri, lebih dari dua saksi menyatakan kedua anak itu terlihat sedang bermain saat banjir terjadi di RPTRA Kembangan Utara.

“Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan saksi tidak menemukan unsur pidana, dan telah kami buatkan surat pernyataan agar keluarga tidak melakukan penuntutan,” kata Khoiri dilansir Antara, Minggu (21/2).

Dia mengungkapkan penanganan jenazah sudah selesai dilakukan oleh warga dan pihak kepolisian. Orang tua Arjuna, Benny mengatakan anaknya keluar dari rumah Sabtu (20/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dia mendapat informasi anaknya sedang bermain di RPTRA. Setelah melakukan pencarian, awalnya menemukan sepeda yang dipakai anaknya.

Benny menduga anaknya terpeleset dan tenggelam ke dalam danau yang ada di kawasan RPTRA.

“Anak saya baru ketemu jam 11 malam,” ujar Benny.

 

(jpnn/pojoksatu)

Loading...