Jelang Sidang Penghasutan Habib Rizieq, Aziz Yanuar Minta Hal Ini Dikabulkan Jaksa

Habib Rizieq Shihab. Foto: JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengacara Habib Rizieq mengajukan permohonan kepada jaksa penuntut umum (JPU) agar persidangan HRS digabungkan saja dengan 6 tersangka lainnya dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan.


Dalam hal ini ada 7 klien dari Aziz Yanuar dkk yang akan menjalani persidangan kasus yang sama yakni Habib Rizieq Shihab, KH Ahmad Sabri Lubis, Haris Ubaidillah, Idrus, Ali Alwi Alatas, Maman Suryadi dan Habib Muhammad Hanif Alatas.

“Kami meminta kepada penuntut umum untuk menggabungkan seluruh berkas perkara klien kami dalam satu persidangan,” kata salah satu pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/2/2021).

Meski meminta persidangan digabungkan, namun Aziz Yanuar berharap berkas perkara 6 kliennya dengan berkas perkara Habib Rizieq tetap dipisahkan.


Hal itu merujuk dengan pasal yang disangkakan terhadap 7 kliennya. Dimana Habib Rizieq dikenakan pasal tambahan mengenai penghasutan.

“Berkenaan hal itu kami meminta kepada Penuntut Umum untuk memisahkan (split) seluruh berkas perkara klien kami ini dengan perkara klien kami Mohammad Rizieq alias Habib Mohammad Rizieq Shihab,” ujarnya.

“Hal demikian berdasarkan pada asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan,” beber Aziz.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam pernikahan putrinya.

HRS juga dikenakan pasal penghasutan dalam perkara di Petamburan ini. Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan merupakan pasal yang disangkakan juga kepada Habib Rizieq Shihab.

Selain Habib Rizieq, polisi juga telah menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka.

Keenam adalah Ketua Umum DPP FPI Sobri Lubis dan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi, Haris Ubaidillah selaku Ketua Panitia Acara, Ali Bin Alwi Alatas selalu Sekretaris Acara, Habib Idrus selaku Kepala Seksi Acara, dan menantu Habib Rizieq, Habib Hanif.

Kini enam tersangka lainnya sudah dilakukan penahanan sejak Senin (8/2/2021).

Penahanan itu dilakukan usai penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melimpahkan berkas delapan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) alias pelimpahan tahap dua.

 

(fir/pojoksatu)