Beredar Video Pesawat Dibajak Kelompok Bersenjata di Papua

KKB Papua

POJOKSATU.id, PAPUA – Video pesawat dibajak kelompok bersenjata diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) beredar di media sosial.


Disebutkan, pembajakan pesawat itu terjadi di Kampung Bugalaga Distrik Biodoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Dalam video terlihat beberapa anggota kelompok bersenjata mengintrogasi pilot dan copilot pesawat.

Beberapa penumpang tampak tertahan di landasan terbang yang tak jauh dari pesawat.


Video OPM bajak pesawat ini dibagikan oleh akun Instagram @putra_militer pada Sabtu (13/2/2021).

Ia menyebutkan insiden itu terjadi pada 4 Novemver 2020 lalu. Saat itu, pesawat SAM Air hendak terbang dengan membawa penumpang (carter) dari Nabire menuju ke kampung Pagamba distrik Biodoga Kabupaten Intan jaya.

Sebelum terbang, kelompok bersenjata tiba-tiba masuk ke landasan terbang dan menodong pilot, Kapten Alex Agapa dengan senjata api laras panjang.

“Tetapi pilot beserta Co pilot dan teknisi ditolong oleh bapa pendeta dan setelah melakukan negosiasi dari pihak KKB memaksa meminta uang tebusan, sehingga pilot dan bapak pendeta memberikan uang berjumlah 7 juta kepada KKB tersebut dan pesawat SAM AIR take off dari bandara Bugalaga menuju Nabire,” tulisnya.

Pihak maskapai menjelaskan tidak berani memeberkan kejadian ini sebelumnya karena diancam dan diintimidasi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Salah satu pelaku pembajakan dan penodongan menggunakan senjata api adalah Yanuarius Sani, pasukan KKB Kemabu Kodap VIII Intan Jaya di bawah pimpinan Undius Kogoya,” katanya.

Pada Januari 2021 lalu, KKB membakar pesawat MAF PK-MAX di Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyebutkan pesawat dibakar saat mendarat di lapangan terbang perintis Kampung Pagamba.

“eseorang dengan membawa senjata api meminta pilot turun dari pesawat. Pelaku juga mengucapkan kata agar pilot merunduk dari pesawat. Sambil membuang tembakan ke atas, pelaku membakar pesawat,” kata Kamal, Kamis 7 Januari 2021.

Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) sayap militer OPM mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

TPNPB menganggap pesawat ini bagian dari persengkokolan sehingga pantas untuk ditembak atau dibakar.

“Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB baru saja mendapat konfirmasi bahwa berita penembakan helicopter di Tembagapura dan penembakan pesawat civil di Intan Jaya itu benar,” tegas Jubir TPNPB Sebby Sambom melalui pesan singkatnya Jumat (8/1).

“Dan alasannya sudah jelas, bahwa tahun lalu (2019 dan 2020) Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM sudah pernah mengumumkan bahwa apabila helicopter civilian dan pesawat civil komersial mengangkut anggota TNI dan Polri maka TPNPB siap tembak,” sambungnya.

(one/pojoksatu)