Ustaz Maaher Meninggal di Tahanan, Novel Baswedan Anggap Polri Bermasalah

Novel Baswedan
Novel Baswedan tiba di Polda Metro Jaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Novel Baswedan mengaku memiliki alasan tersendiri dalam pernyataannya terkait meninggalnya Ustaz Maaher At- Thuawilibi di Rutan Bareskrim Polri.

Cuitan melalui akun Twitter pribadinya, @nazaqistsha, pada Selasa (9/2) lalu itu dilatari hatinya yang tergugah atas meninggalnya pemilik nama asli Soni Ernata itu.

“Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan,” kata Novel dihubungi wartawan, Kamis (11/2/2021).

Mantan anggota Polri ini juga menyebut, sebelumnya tidak pernah ada tersangka kasus penghinaan yang meninggal dalam rutan.


“Hampir tidak pernah kita dengar ada tahanan kasus penghinaan meninggal di dalam ruang tahanan,” sambungnya.

Karena itu, Novel menilai bahwa ada masalah dalam peristiwa ini.

“Jadi ini ada masalah, bukan hal wajar (polisi) menahan orang yang sakit,” ujar Novel.

Oleh karena itu Novel merasa aneh ketika ada ormas melaporkannya ke polisi.

“Justru ketika pernyataan yang demikian penting tersebut dilaporkan, itu yang aneh,” kata dia.

Sebelumnya, Novel Baswedan bercuit sehari setelah Ustaz Maaher meninggal dunia.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri,” cuitnya, Selasa (9/2).

Ia menyatakan, bahwa seseorang yang sakit, tidak semestinya dilakukan penahanan.

“Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Org sakit, kenapa dipaksakan ditahan?” sambungnya.

Novel juga menganggap perlakuan aparat kepada Maaher itu sudah keterlaluan.

“Aparat jangan keterlaluanlah.. Apalagi dengan Ustadz. Ini bukan sepele lho..,” tandas Novel.

Di sisi lain, Mabes Polri akhirnya angkat bicara terkait laporan terhadap Novel Baswedan.

Pada prinsipnya, tugas pokok Polri adalah melayani masyarakat.

Karena itu, semua laporan yang dilayangkan masyarakat pasti diterima. Tak terkecuali laporan terhadap Novel Baswedan.

Demikian disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, di Mabes Polri, Kamis (11/2/2021).

“Sebagai pelayan masyarakat seluruh laporan-laporan masyarakat tentunya akan diterima oleh polri,”

“Termasuk juga laporan terhadap saudara Novel Baswedan. Tentunya ini kita terima,” tandas Rusdi.

(jpg/ruh/pojoksatu)