TPNPB Klaim Tembak Mati 2 Prajurit TNI, Dandim Yahukimo Bilang Begini

POJOKSATU.id, JAYAPURA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim terlibat kontak tembak dengan aparat TNI di Pos Nenas Dobo, Distrik Mapenduma.

Dalam rilisnya, TPNPB jmenyatakan dua anggota TNI tewas tertembak dalam peristiwa itu. Penembakan dilakukan oleh pimpinan Brigjen Egianus Kogeya terhadap pos TNI di Nenas Dobo saat penjagaan pagi.

Klaim TPNPB itu dibantah keras oleh Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf.Christian FR Ireeuw. Ia memastikan tidak ada anggota TNI yang meninggal akibat tertembak di Mapenduma.

“Itu berita hoaks, tidak benar. Itu hanya akal-akalan mereka (TPNPB). Tidak ada penembakan terhadap TNI Angkatan Darat dua orang itu,” tegas Letkol Christian FR Ireeuw kepada Cenderawasih Pos (jaringan Pojoksatu.id).


Dikatakan, Mapenduma merupakan wilayah kerjanya. Dandim Christian Ireeuw mengaku telah mengecek dan menghubungi anggotanya yang ada di Mapenduma dan berita tersebut hingga saat ini hoaks atau pembohongan.

“Kelompok ini kerap menebar hoaks dan itu merupakan strategi mereka. Selalu melaporkan berita seperti itu sehingga orang luar mendengar keberadaan mereka dan masih aktif. Serta melakukan perlawanan terhadap TNI dan bisa menembak TNI padahal itu tidak benar,” ucapnya.

Lanjutnya, justru kemarin ada satuan tugas Satgas non organik yang menyerang ke markas mereka (TPNPB).

“Itu salah satu strategi mereka untuk dunia luar mengetahui bahwa masih terjadi hal seperti itu di Papua khususnya di daerah pegunungan,” jelasnya.

Dandim yang merupakan putra asli Port Numbay ini mengatakan, untuk situasi Mapenduma hingga saat ini kondusif. Dirinya mengingatkan kepada anggota di lapangan tetap tenang dan waspada serta tetap baik dengan masyarakat dalam melaksanakan tugas teritorial.

Dirinya juga mengingatkan anggota TNI untuk ikut membantu masyarakat dalam pencegahan Covid-19.

(fia/nat)