Pak Orient Patriot Riwu Kore, Anda Sudah Bisa Dianggap Otomatis Gugur loh…

Anggota DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore secara otomatis dianggap gugur setelah ketahuan ia berstatus warga negara Amerika Serikat (AS).

Kendati sekalipun Orient sudah memenangkan pilbup Sabu Raijua dan ditetapkan sebagai bupati terpilih oleh KPU setempat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR, Luqman Hakim dalam keterangannya, Kamis (4/2/2021).

“Otomatis (Orient P. Riwu Kore) gugur sebagai calon kepala daerah. Bukan hanya kemenangannya, tetapi posisinya sebagai calon kepala daerah batal demi hukum,” tegas Luqman Hakim dikutip dari RMOL.


Lebih lanjut, politikus PKB ini menganggap, peristiwa ini menandakan adanya persoalan di dalam sistem kependudukan di dalam negeri.

“Ini peristiwa memprihatinkan dan memalukan, sekaligus menunjukkan sistem data kependudukan kita masih amburadul,” sesalnya.

Untuk itu, ia menyarankan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar bisa bergerak cepat memperbaiki sistem kependudukan agar ke depan tidak kecolongan lagi.

“Pak Jenderal Tito sebagai Mendagri dengan pengalamannya sebagai Kapolri, saya percaya dapat memperbaiki problem sistem kependudukan kita seraca cepat dan tepat,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berencana memanggil Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Untuk membahas lebih lanjut tentang data kependudukan,” tuturnya.

Sementara, pelantikan Orient Patriot Riwu Kore sebagai Bupati Sabu Raijua dipastikan ditunda berdasarkan surat rekomendasi Bawaslu RI.

Rekomendasi Bawaslu RI dikirimkan kepada Komisi Pemilihan Umum pada Rabu (3/2/2021) kemarin.

Dalam surat rekomendasi tersebut, Bawaslu meminta KPU berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk penundaan pelantikan Bupati Terpilih Sabu Raijua.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu RI, Abhan dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

“Bawaslu mengirimkan surat ke KPU, agar KPU berkoordinasi dengan Kemendagri untuk penundaan pelantikan (Bupati Terpilih Sabu Raijua),” tuturnya.

Abhan menambahkan, berdasarkan informasi, masa jabatan Bupati Sabu Raijua berakhir pada 17 Februari mendatang.

“Jadi kami meminta jangan sampai dilakukan pelantikan dahulu,” terangnya, dikutip dari Antara.

Bawaslu RI juga meminta KPU menggunakan surat konfirmasi dari Kedubes Amerika Serikat di Jakarta tentang kewarganegaraan Orient Patriot Riwu Kore sebagai dasar untuk menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu.

Sampai saat ini, sambungnya, penundaan pelantikan adalah opsi yang paling memungkinkan untuk dilakuan segera.

Itu dilakukan sembari menunggu kepastian hukum atas kasus Orient Patriot Riwu Kore.

“Tahap awal adalah penundaan dulu, sambil kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” terangnya.

Akan tetapi, Abhan menegaskan bahwa bola panas kasus ini berada di Kementerian Dalam Negeri.

“Karena KPU sudah melimpahkan berkas (penetapan) ke Kementerian Dalam Negeri,” tandasnya.

(ruh/pojoksatu)