Nasib Bupati Terpilih Sabu Raijua Makin Tragis, Lebih Baik Mundur daripada Malu

Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mendiskualifikasi Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore.


Pasalnya, ia sudah tidak memenuhi syarat sebagai kepala daerah lantaran berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat.

Fakta itu bahkan didukung konfirmasi resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.


Hal itu disampaikan pakar Otonomi Daerah (Otda) Djohermansyah Djohan, Kamis (4/2/2021).

Berdasarkan keputusan KPU Sabu Raijua, kata dia, itu berarti KPU telah meralat kemenangan Orient dalam pilkada di sana.

“Dia digugurkan diskualifikasi, sebagai bupati terpilih. Dianya saja, bukan pasangan,” kata Djohan dlansir dari CNNIndonesia.com.

Syarat mutlak bahwa kepala daerah harus warga negara Indonesia itu tercantum jelas dalam pasal 7 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Sementara ketentuan pelantikan terdapat pada 164 ayat (4) UU yang menerangkan bahwa pemerintah bisa hanya melantik wakil bupati terpilih.

Syaratnya, bupati terpilih dinyatakan berhalangan tetap.

Dengan status kewarganegaraannya, sambungnya, maka Orient sudah bisa dianggap berhalangan tetap.

Tapi hal itu tidak berlaku untuk wakil bupati terpilih, Thobias Uly.

“Lantik saja sebagai Wakil Bupati Sabu Raijua. Kemudian bupatinya kosong, dia (Thobias) diangkat oleh pemerintah pusat sebagai Plt bupati, merangkap wakil,” ujarnya.

Setelah Plt, maka pemerintah bisa mengangkat Thobias sebagai Bupati Sabu Raijua definitif.

Disusul partai pengusung yang berhak mengajukan nama wakil bupati yang baru.

Karena itu, ia menyarankan agar Orient lebih baik mundur saja sebagai bupati terpilih.

“Lebih elegan daripada dia diberhentikan oleh KPU. Itu ada aturan di UU Pilkada,” tutur Djohan.

(ruh/pojoksatu)