Pasar Muamalah Depok Anti Rupiah Sejak 2014, Aparat Ditipu, Pedagang dan Pembeli juga Ditipu

Transaksi di pasar muamalah menggunakan dirham dan dinar. Foto repro Youtube

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, transaksi jual beli menggunakan koin dinar dan dirham di Pasar Muamalah Depok sudah berjalan sejak tahun 2014 silam.


Namun, pasar muamalah itu tidak beroperasi setiap hari. Melainkan hanya dua minggu sekali.

Hal itu sengaja dilakukan untuk menghindari kecurigaan aparat setempat.

“Keadaan pasar muamalah di Depok itu telah dilakukan sejak 2014, digelar dua minggu sekali dari jam 10.00 sampai jam 12.00 WIB,” kata Ramadhan di Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2021).


Dari hasil pemeriksaan, kata Ramadhan, tersangka memesan koin dinar dan dirham dari PT Aneka Tambang (Antam).

Sementara dirham perak diperolah dari pengerajin di daerah Pulomas, Jakarta, dengan harga lebih murah dari acuan PT Aneka Tambang.

“Dinar dan dirham menggunakan nama ZS sebagai penanggung jawab,” ujarnya.

“Pasar itu digelar di lahan milik ZS. Yang mau dagang di situ harus mengikuti aturan tersebut. Jumlah pedagangnya 10 sampai 15 orang,” sambungnya.

Atas pengungkapan kasus tersebut, Ramadhan menghimbau agar masyarakat di seluruh Indonesia melaporkan ke aparat setempat bila menemukan transaksi menggunakan dinar dan dirham.

“Tentunya penyidik akan terus mengembangkan kasus ini di daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Zaim Saidi dipersangkakan dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang Hukum Pidana dan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Seperti diketahui, pasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat viral di media sosial.

Keberadaan pasar tersebut ramai diperbincangkan warganet di media sosial beberapa waktu belakangan.

Sebab, transaksi jual beli di pasar tersebut bukan menggunakan mata uang Rupiah, melainkan koin dinar dan dirham.

Adapun barang-barang yang diperjualbelikan beraneka ragam, di antaranya sembako, parfum, makanan ringan, kue, madu, dan pakaian.

(fir/pojoksatu)