Bupati Terpilih Sabu Raijua WN Amerika Serikat tapi Bisa Ikut Pilkada, Ini Penjelasan Anak Buah Tito Karnavian

Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient Patriot Riwu Kore membikin heboh karena ketahuan bahwa dirinya berstatus warga negera Amerika Serikat (AS).


Ia bisa mendaftar menjadi cabup di Pilkada 2020 lantaran menggunakan e-KTP Indonesia.

Ternyata, Orient Patriot Riwu Kore mengakui bahwa dirinya masih berstatus WN Amerika Serikat.

Pasalnya, ia mendapatkan paspor Amerika Serikat tanpa melepas status sebagai warga negara Indonesia.


Hal itu berdasarkan komunikasi Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, Rabu (3/2/2021).

“Saya berhasil menelepon Pak Orient hari ini. Diperoleh informasi bahwa benar yang bersangkutan pernah memiliki paspor negara Amerika Serikat tanpa melepaskan status kewarganegaraan Indonesia,” ujarnya melalui keterangan kepada wartawan, dikutip dari Antara.

“Yang bersangkutan memiliki paspor Indonesia diterbitkan pada tanggal 1 April 2019,” sambungnya.

Atas hal ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terkait dengan kepemilikan paspor atas nama Orient Patriot Riwukore tersebut.

Zudan menyampaikan, Kemenkumham menerbitkan paspor RI tersebut karena Orient belum pernah secara resmi melepaskan status kewarganegaraannya dari Indonesia.

“Bahwa benar paspor (RI) tersebut diterbitkan oleh pihak Imigrasi karena Orient belum pernah melakukan pelepasan kewarganegaraannya sebagai warga negara Indonesia untuk menjadi warga negara asing,” jelasnya.

Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kata Zudan, status kewarganegaraan seseorang merupakan dasar dari pencatatan administrasi kependudukannya.

Sehingga status kewarganegaraan itu akan menentukan dokumen pencatatan sipil yang bersangkutan.

“Karena dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kewarganegaraan adalah hulu, dan pencatatan administrasi kependudukan adalah hilirnya,”

“Maka, kewarganegaraan seseorang akan memengaruhi pencatatan administrasi kependudukannya,” katanya menegaskan.

Dari koordinasi tersebut, Kemenkumham masih mengkaji status kewarganegaraan Orient sebagai WNI.

“Apabila terbukti Orient Riwu Kore adalah warga negara asing, kartu keluarga (KK) dan KTP elektroniknya akan dibatalkan oleh Dinas Dukcapil,” tandasnya.

(ruh/pojoksatu)