Ini Video Oknum Satpol PP Subang Tusuk Pengamen Digeruduk di Kantornya, Gak Berani Keluar Ternyata

Kantor Satpol PP Kabupaten Subang digeruduk untuk mencari oknum Satpol PP yang menusuk pengamen angklung karena tak diberi jatah uang

POJOKSATU.id, SUBANG – Setelah salah seorang oknum Satpol PP menusuk pengamen, Kantor Satpol PP Kabupaten Subang, Jawa Barat, langsung digeruduk puluhan orang.

Mereka tidak terima dengan ulah sang oknum Satpol PP berinisial S.

Selain meminta jatah uang dari para pengamen, oknum tersebut juga menusuk salah seorang pengamen.

Dari video yang didapat PojokSatu.id, terlihat sejumlah orang dengan atribut tertentu mendatangi Kantor Satpol PP Kabupaten Subang.


Kedatangan mereka tidak lain untuk meminta kejelasan sekaligus mencari S untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Orang-orang tersebut pun sudah tampak sangat kesal dan tak bisa menahan emosi. Hanya terlihat beberapa anggota Satpol PP yang berjaga.

Di video kedua, suasana terlihat lebih malam dan gelap.

Seseorang yang memakai topi tampak berbicara dengan seseorang dan melontarkan tantangan.

“Kita tidak membawa atribut. Saya tadi tantangin,” ujar pria tersebut.

Terlihat pula salah seorang di antaranya tak bisa menahan emosi dan langsung merangsek maju.

Beruntung, pria itu masih ditahan oleh rekannya sehingga tak sampai terjadi baku pukul.

Sementara, terdengar sejumlah orang berusaha menenangkan massa yang sudah tak bisa menahan emosi itu.

Dalam peristiwa ini, dua pengamen yakni Udung (40) dan Ilham Iskandar (21) menjadi korban penganiayaan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Subang.

Keduanya adalah pengamen angklung yang mangkal di traffic light Sinta.

Kandar Iskandar (19) seorang pengamen yang ada di lokasi kejadian mengatakan, awalnya dua orang oknum anggota Satpol PP yang salah satunya berinisial S datang meminta uang jatah kepada para pengamen.

Namun, permintaan itu tidak dituruti lantaran mereka memang tidak memiliki uang.

“Kami bilang nggak ada uang. Soalnya ngamen lagi sepi. Eh dia malah maksa,” ujarnya, Selasa (2/2/2021).

Meski terpaksa, para pengamen itu lantas memberikan uang seadanya yang mereka miliki.

“Akhirnya dari kami ada yang kasih uang Rp10 ribu. Oknum Satpol PP itu malah marah-marah minta Rp20 ribu,” ungkapnya.

Kandar juga menuturkan, S selama ini memang selalu meminta uang jatah kepada para pengamen angklung setiap harinya.

“Setiap hari selalu datang minta jatah (uang),” ujarnya.

Sementara, Ilham menambahkan, aksi pemalakan oknum Satpol PP itu kemudian dilaporkan ke Kantor Satpol PP Kabupaten Subang.

Bukannya dibantu, ia dan rekannya malah malah dikeroyok oleh oknum Satpol PP lainnya.

“Kami sempat dilucuti handphone kami semua oleh oknum tersebut,” ungkapnya.

Saat itu, mereka sejatinya hendak melawan lantaran tak terima.

“Terus oknum ini bilang ‘kamu melawan sama aparat?’. Lalu dia mengeluarkan pisau. Sempat menghunuskan ke saya, nggak kena. Malah kena Pak Udung,” bebernya.

Dikonfirmasi, Kasatpol PP Kabupaten Subang Dikdik Solihin tak memberikan banyak komentar.

Hanya saja, ia menyatakan bahwa kasus ini sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian.

“Biar polisi yang menangani, sudah diserahkan,” singkatnya.

(adw/pojoksatu)