Survei IDM, PAN dan PPP Ketendang dari Senayan, Gerindra Warning Keras

Ilustrasi Gedung DPR Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta./Jpg

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dua partai politik di Senayan, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) diprediksi bisa ‘ketendang’.


Itu jika pada Pemilu 2024 mendatang, ambang batas masih dipertahankan sebesar empat persen.

Hal itu sebagaimana hasil survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM) bertajuk ‘Jajak Pendapat Masyarakat Indonesia Terkait Dampak Covid terhadap kehidupan masyarakat serta Sikap dan opini Masyarakat di saat Covid terhadap Pemerintah dan Partai Partai Politik’, Minggu (31/1/2021).

Dalam survei tersebut, respoden ditanya ‘dari 9 parpol yang saat ini memiliki kursi di DPR RI, parpol mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini?’.


Hasilnya, PDI Perjuangan masih menjadi yang teratas dengan dipilih oleh 18,2 persen pemilih.

Menyusul di posisi kedua yakni Partai Golkar yang dipilih oleh 18,1 persen pemilih.

Sementara, di posisi ketiga justru diduduki Partai Demokrat yang tingkat keterpilihan mencapai 14,2 persen.

Kemudian disusul PKB dengan 9,7 persen dan PKS dengan 7,7 persen yang menjadi parpol lima besar.

Di urutan keenam, ada Partai Nasdem yang dipilih oleh 6,4 persen responden.

Yang cukup mengejutkan adalah Partai Gerindra yang saat ini merupakan parpol ketiga dengan kursi terbayak malah hanya berada di urutan ketujuh.

Partai besutan Prabowo Subianto itu, dalam survei ini, hanya dipilih oleh 5,9 persen responden saja.

Kabar tak mengenakkan juga didapat PAN dan PPP yang tingkat keterpilihannya di bawah empat persen.

Dalam survei itu, PAN hanya dikehendaki oleh 3,1 persen memilih sedangkan PPP sebanyak 1,9 persen saja.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 10–19 Januari 2021 melalui wawancara per telepon.

Survei ini juga melibatkan total 1.650 responden yang dipilih secara acak (random) berusia 17 tahun ke atas dan tersebar di 24 provinsi.

Perbandingannya, 58,1 persen responden perkotaan dan 41,9 persen di pedesaan.

Sebanyak 41,8 persen merupakan pekerja di sektor formal dan informal baik swasta, BUMN maupun ASN.

Sebanyak 29,8 persen merupakan ibu rumah tangga, 17,2 persen pelaku usaha atau pemilik usaha dan 11,2 persen mahasiswa, pencari kerja dan lain-lain.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error plus minus 2,44 persen.

(ruh/pojoksatu)