Survei IDM, Mayoritas Masyarakat Nyatakan Pemerintahan Jokowi Tidak Dikelola secara Clean Goverment

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Foto Biro Setpres
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Foto Biro Setpres

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebagian besar masyarakat menilai, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama pandemi Covid-19 tidak cukup bersih.


Hal itu sebagaimana hasil survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM) bertajuk ‘Jajak Pendapat Masyarakat Indonesia Terkait Dampak Covid terhadap kehidupan masyarakat serta Sikap dan opini Masyarakat di saat Covid terhadap Pemerintah dan Partai Partai Politik’, Minggu (31/1/2021).

Dalam survei itu, sebanyak 63,8 persen responden menyatakan pemerintahan Jokowi tidak dikelola secara clean Goverment.

Sedangkan publik yang menilai sebaliknya tercatat hanya sebanyak 20,8 persen saja.


“Sebanyak 15,4 tidak memberikan pernyataan,” ungkap Direktur Eksekutive IDM, Tri Permadi dalam keteranganya diterima PojokSatu.id.

Hal ini sejalan dengan pandangan masyarakat terhadap kasus-kasus korupsi, penyelewengan uang negara, dan pungli.

Dimana sebanyak 69,2 persen masyarakat menyebut bahwa para pelaku penyelewengan itu dilakukan kader dan politisi parpol.

“Sebanyak 30,8 menyatakan penyelewengan dilakukan oleh aparatur sipil negara serta aparat penegak hukum,” sambungnya.

Di sisi lain, dalam urusan stabilitas politik, sebanyak 60,7 persen responden menyatakan dukungan politik untuk pemerintah dari parpol sangat kuat dan stabil.

“Dan sebanyak 30,1 persen dukungan politik oleh parpol pada pemerintahan Jokowi-Maruf sangat lemah, dan sebanyak 9,2 persen tidak memberikan pernyataan,” ungkapnya.

Yang cukup unik, publik menilai dukungan terbesar parpol kepada pemerintah Jokowi bukan dari PDIP, melainkan dari Partai Golkar dengan 96,7 persen.

Disusul PDIP di posisi kedua sebanyak 90,8 persen, PKB 87,7 persen, dan Partai Nasdem 86,8 persen.

“Selanjutnya PPP 80,7 persen, Gerindra 48,6 persen, Partai Demokrat 30,7 persen, PAN 30,5 persen, PKS 29,7 persen,” tandasnya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 10–19 Januari 2021 melalui wawancara per telepon.

Survei ini juga melibatkan total 1.650 responden yang dipilih secara acak (random) berusia 17 tahun ke atas dan tersebar di 24 provinsi.

Perbandingannya, 58,1 persen responde perkotaan dan 41,9 persen di pedesaan.

Sebanyak 41,8 persen merupakan pekerja di sektor formal dan informal baik swasta, BUMN maupun ASN.

Sebanyak 29,8 persen merupakan ibu rumah tangga, 17,2 persen pelaku usaha atau pemilik usaha dan 11,2 persen mahasiswa, pencari kerja dan lain-lain.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error plus minus 2,44 persen.

(ruh/pojoksatu)