Viral Pasar Muamalah, Rupiah Gak Laku dan Gak Dianggap, yang Dipakai cuma Dinar dan Dirham

Transaksi di pasar muamalah yang tidak menggunakan mata uang Rupiah sama sekali. Foto repro

POJOKSATU.id, JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan ramainya kemunculan pasar muamalah. Yang cukup mengejutkan, di pasar ini, mata uang rupiah tidak laku.


Sebaliknya, yang digunakan sebagai alat transaksi adalah dinar (koin emas) dan dirham (koin perak).

Seperti yang diunggah pemilik akun @Pencerah__, sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Jumat (29/1/2021).

Disebutkan bahwa keberadaan pasar muamalah itu di antaranya ada di Yogyakarta, Bekasi dan di Depok, Jawa barat.


“Penggeraknya adalah Zaim Zaidi (diduga HTI) yang anti terhadap sistem finansial saat ini yang dianggapnya sebagai kapitalisme riba,” tulis akun @Pencerah__.

Untuk transaksi, pasar muamalah sama sekali tidak menggunakan mata uang resmi Indonesia, Rupiah.

“Namun menggunakan Dirham dan Dinar,” jelasnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan peraturan dan perundangan yang menetapkan Rupiah sebagai mata uang yang sah untuk jual beli di Indonesia.

Akun tersebut juga mengungah sejumlah video. Mulai dari video saat transaksi sampai video peresmian pasar muamalah di Yogyakarta.

“Saya juga menemukan jejak digital, bahwa Zaim Saidi pernah mengajak masyarakat untuk melakukan rush money/menarik semua uangnya dari bank konvensional yang bertujuan untuk melumpuhkan keuangan negara dan merusak ekonomi nasional,” ujar akun tersebut.

Ia menyebut, pasar-pasar muamalah itu berada dalam otoritas Amirat Nusantara yang dipimpin oleh Zaim Saidi.

“Ia dikenal sebagai pelopor gerakan kembalinya koin dinar emas dan dirham perak di Indonesia,” katanya.

Dalam video yang diunggahnya itu, terlihat seseorang tengah memberikan dorongan agar segera memberlakukan dinar dan dirham sebagai mata uang untuk segala macam transaksi.

“Dinas dan dirham yang kita bicarakan ini tidak ada artinya kalau hanya berhenti di dalam ruang ini saja,” kata pria dalam video tersebut.

“Dinar dan dirham harus segera bergemerincing di Kota Ternate. Dan Anda semua yang harus memulainya,” sambung pria itu.

Yang cukup mengejutkan adalah di Bekasi dimana sudah terdapat toko dan pasa khusus muamalah.

Ironisnya, keberadaan tokok dan pasar muamalah di Bekasi malah mendapat izin dari pemerintah setempat.

Disebutkan, Muamalah Mart Bekasi berada di Jalan Raya Narogong, RT 001/005, Bantargebang, Kota Bekasi.

Untuk mendukung keberadaan toko dan pasar muamala di Bekasi, juga terdapat Wakala Hamdalah Bekasi.

Di tempat ini, masyarakat bisa menukarkan uang Rupiah menjadi Dinar dan Dirham.

“Ini sih bukan nukar, tapi kalian jual Wajah menyeringai,” tandas akun tersebut.

(ruh/pojoksatu)