Duh, Paranormal Ini Sebut Kapten Afwan Meninggal Sebelum Pesawat Jatuh ke Laut

Suasana rumah duka pilot pesawat Sriwijaya Air Kapten Afwan di Bogor. (Adi/Pojoksatu.id)

Ia menyebut Kapten Afwan meninggal sebelum pesawat jatuh ke laut.


“Yang saya baca sebelum pesawat meledak dan terjun ke laut almarhum sudah meninggal,” katanya.

“Kok bisa? Jadi itu pesawat posisinya pas jatuh itu menukik tajam nungging, sementara kapten berada di pesawat paling depan jadi otomatis pas pesawat jatuh almarhum posisinya jadi paling bawah ketindih sama puluhan orang,” imbuhnya.


Ia menceritakan bahwa kondisi tubuh Kapten Afwan tidak utuh lagi karena sebagian badannya dimakan ikan di laut.

“Maaf badan beliau itu sudah gak utuh lagi menjada beberapa bagian, bisa dibilang hancur, malah ada sebagian badannya yang dimakan ikan-ikan besar di laut,” katanya.

“Jadi kapten Sholeh itu gak merasakan ledakan pesawat di laut karena memang sudah meninggal sebelum pesawat terjun ke laut,” kata dia lagi.

Menurutnya, sejak awal take off, Kapten Afwan sudah merasakan keanehan dengan pesawatnya. Saat itu, pesawat sudah mulai oleng.

“Awal-awal sang kapten tenang karena pikir beliau ini hanya masalah kecil aja, eror biasa jadi gak terlalu dibikin panik,” tulisnya.

“Tapi gak lama langsungg sadar kalo pesawat gak bisa dikendalikan dan semakin oleng, di situ baru sadar kalo ini pesawat bermasalah besar, baru deh mulai panik dan terus mengucap kalimah takbir sampe nyawanya terlepas,” imbuhnya.

“Masha Alloh, insya Alloh sang kapten meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” tandas Titisan Nyai Ratu Kidul.

Diketahui, Kapten Afwan pernah menjadi penerbang TNI AU periode 1987-1998. Alumni dari Ikatan Dinas Pendek (IDP) IV tahun 1987 ini terbang di Skadron Udara 4 dan Akadron Udara 31. Kapten Afwan sudah bekerja sebagai pilot selama 35 tahun.

(one/pojoksatu)