Oh Jadi Ini Toh Tujuan Ambroncius Nababan Rasisme ke Natilaus Pigai

Ambroncius Nababan memenuhi panggilan pernyidik Bareskrim Polri, Senin (25/1/2021) malam. Foto net
Ambroncius Nababan memenuhi panggilan pernyidik Bareskrim Polri, Senin (25/1/2021) malam. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menyoroti kasus rasime dan ujaran kebencian yang dilakukan Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai.


Ia menilai terjadinya perseteruan antara dua pihak tersebut mengindikasikan belum cakap dalam berkomunikasi di depan publik.

Pasalnya, politisi partai Hanura menyerang eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu dengan konten sara.

“Seharusnya, tokoh yang sudah terbiasa berbicara di depan publik tidak menggunakan konten SARA untuk menyudutkan pihak lain,” jelasnya dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Begitu juga sebaliknya, kata Stanislaus, aktivis kemanusiaan asal Papua itu kerap kali membuat pernyataan yang berujung kontoversial.

“Ambroncius secara jelas mengunggah konten rasis terhadap Pigai. Pigai dalam beberapa kali juga membuat pernyataan rasis,” ucapnya.

Stanislaus menilai bahwa tujuan kedua tokoh itu tidak lain hanya ingin menyindir karena berbeda pandangan.

“Tujuannya hanya menyindir tapi akhirnya menjadi kebablasan, tidak peka terhadap nilai-nilai yang harusnya dijaga,” tandas Stanislaus.

Untuk diketahui, media sosial twitter tanda pagar (tagar) #PigaiHinaSukuJawa menempati posisi pertama trending topik Twitter, Kamin (28/1/2021).

Adapun viralnya tagar tersebut terkait beredarnya video percakapan antara Natalius Pigai dengan Haris Pertama.

Video yang diunggah ulang pegiat media sosial Abu Janda alias Permadi Arya memperlihatkan perkataan Natalius Pigai dinilai bermuatan rasis dimana ada kata-kata “BABU”.

“Maen isu Rasisme, yang dibelain Natalius Pigai rasis menghasut permusuhan SARA: “kalo presiden wapres dari pulau jawa, maka suku diluar jawa = BABU” istilah anti kemanusiaan. Pigai juga RASIS KEJI ke etnis Jawa, cek,” kata Abu Janda di medsos twitter, Rabu (27/1/2021).

“jgn lebay dech om Pigai, dikit2 bawa ke sara,” komen @AzahraAn_Nisa.

Akun @Chaterinee_08 mengungkapkan orang yang berada diluar pulau Jawa tidak ada yang menyebut ‘BABU’.

“Dari sejak jaman saya sekolah sampe umur segini kyknya gak pernah deh denger orang diluar pulau Jawa ada yg menyebutkan “BABU”, komen @Chaterinee_08

Akun @RETHA_Monicaa menyebutkan Pigai sudah selayaknya ditangkap polisi lantarannya omogannya selalu bernada provokasi.

“Pola pikir si Pigai ini bisa memecah belah persatuan bangsa… sebaiknya segera diciduk nih pak polisi, pernyataannya sdh memprovokasi dan melibatkan SARA…,” komen @RETHA_Monicaa.

(muf/pojoksatu)

Loading...