Hasil Sementara Penelisikan PPATK soal Transaksi Lintas Negara Rekening FPI, Nah Loh…

Aparat menurunkan semua atribut FPI di maskas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020). Foto RMCO.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya aliran dana asing lintas negara dalam rekening Front Pembela Islam (FPI).


Hanya saja, hal itu masih belum bisa disimpulkan sebagai transaksi mencurigakan.

“Transaksi itu belum bisa disimpulkan apa-apa,” ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae, kepada Jawa Pos, Senin (25/1).

Transaksi lintas negara yang dilakukan organisasi, ormas dan individu, jelasnya, memang bisa dilakukan.


Terlebih di era globalisasi yang kini semakin memudahkan segala macam bentuk transaksi.

“Hal itu (transaksi lintas negara) biasa terjadi di dunia yang semakin global ini,” ungkapnya.

Hingga kemarin, sambungnya, analisis komperhensif dan pemeriksaan atas rekening FPI itu masih terus dilakukan.

Bukan hanya transaksi dalam dan luar negeri yang menjadi objek pemeriksaan.

Selain itu, bukan hanya rekening FPI saja yang diperiksa.

Untuk diketahui, PPATK sebelumnya memblokir 89 rekening FPI dan yang terafiliasi dengan ormas besutan Rizieq Shihab itu.

Selain rekening ormas, pemblokiran juga dilakukan terhadap rekening individu.

Pemblokiran itu dilakukan berdasar UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU Nomor 9/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Sementara, kubu FPI pun mempertanyakan pemblokiran 89 rekening yang dilakukan usai pembubaran FPI oleh pemerintah.

Kuasa hukum FPI Aziz Yanuar menyebut, pembekuan puluhan rekening itu jelas-jelas keliru.

Pasalnya, FPI disebutnya sama sekali tidak melakukan tindak pidana.

Menurut dia, rekening FPI bisa dibekukan asal memang terlibat dalam tindak pidana.

Aeperti korupsi atau pidana lainnya yang mengarah kepada pencucian uang.

Aziz lantas menyinggung kasus-kasus korupsi besar yang baru saja terjadi.

Seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo serta mantan Mensos Juliari Batubara.

“Bersumber dari jual lobster kah uang yang ada di rekening FPl itu? Hasil merampok seperti dana bansos itukah isi rekening FPl?” ujar Aziz kepada JPNN, Rabu (6/1).

Padahal, sambungnya, uang di rekening FPI itu adalah uang kumpulan dari umat.

Uang itu juga digunakan untuk kegiatan keagamaan dan aktivitas FPI selama ini.

“Tindakan otoriter seperti ini tidak tertutup kemungkinan akan menyapu rata seluruh masyarakat yang memiliki hasil tetes keringatnya serupiah demi rupiah, sen demi sen yang mereka titipkan di bank-bank itu untuk dilakukan hal serupa,” katanya

“Dibegal, digarong dan dirampok atas dasar kecurigaan semata,” kecamnya.

(jpg/ruh/pojoksatu)