Siswi Non Muslim Dipaksa Pakai Jilbab, Pengacara Habib Rizieq Sebut Mahfud MD Aneh

Aziz Yanuar. Foto: Adi PojokBogor.com

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar turut mengomentari peristiwa siswi non muslim SMK Negeri 2 Padang yang dipaksa memakai jilbab.


Peristiwa semacam itu, kata Aziz memang kerap terjadi di Indonesia. Anehnya, bila kejadian tersebut menimpa minoritas, maka semua pihak turun tangan mengecam peristiwa tersebut.

“Di Padang, siswa non muslim kena aturan pakai jilbab, Komnas HAM, Nadiem, Mahfud turun semua, kan aneh ” kata Aziz dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1/2021).

Aziz lantas membandingkan peristiwa karyawan muslim yang kerap dipaksa setiap tahun memakai atribur natal.


Namun, tak ada pihak yang berceloteh atas kejadian yang menimpa umat islam tersebut.

“Tapi setiap tahun karyawan muslim disuruh pakai atribut natal, mereka diam saja. Orang yang mempermasalahkan dianggap intoleran,” sindirnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video adu argumen antara orangtua siswa dengan Wakil Kepala SMKN 2 Padang, Sumatera Barat viral di media sosial.

Video berdurasi 15 menit, 24 detik yang dibagikan akun facebook EH itu memperlihatkan adu argumen soal kewajiban siswi termasuk nonmuslim untuk memakai jilbab di sekolah.

Video itu diunggah pada Kamis 21 Januari 2021 dan hingga saat ini sudah 3.233 kali dibagikan dengan 5.151 komentar.

“Lagi di sekolah SMK negri 2 padang,,saya di panggil karna anak saya tdk pakai jilbab,,kita tunggu aja hasil akhirnya,,saya mohon di doakan ya,” tulis akun EH.

Kekinian Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi, akhirnya meminta maaf atas viralnya siswi non muslim di sekolahnya yang dipaksa memakai jilbab.

Permintaan maaf itu disampaikan Rusmadi setelah peristiwa itu viral dan panen kecaman dari banyak pihak.

“Selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran staf bidang kesiswaan dan bimbingan konseling dalam penerapan aturan dan tata cara berpakaian bagi siswi,” kata Rusmadi, dalam konferensi pers pada Jumat (22/1) kemarin.

(fir/pojoksatu)